Mengobati Penyakit Lupus

Mengobati Penyakit Lupus

 

Mengobati Penyakit Lupus – Lupus merupakan salah satu jenis penyakit inflamasi kronis yang muncul karena sistem kekebalan tubuh keliru dan justru melakukan penyerangan terhadap tubuh serta organ tubuh penderitanya. Inflamasi yang ditimbulkan oleh penyakit lupus dapat menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, darah, paru-paru, dan juga jantung. Penyakit lupus juga sering disebut dengan lupus eritematosus sistemik.

Mengobati Penyakit Lupus

Mengobati Penyakit Lupus

Penyakit autoimun adalah kondisi yang sering digunakan untuk menggambarkan penderita penyakit lupus. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru melakukan penyerangan terhadap tubuh penderita lupus. Pada umunya, penyakit lupus disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga genetik. Gejala-gejala penyakit lupus hampir menyerupai gejala penyakit lain sehingga penyakit lupus seringkali sulit untuk dideteksi. Berdasarkan penelitian, penyakit lupus tidak bisa benar-benar disembuhkan, namun beberapa jenis obat bisa diberikan kepada penderita penyakit ini dengan tujuan untuk mengendalikan laju penyakit tersebut.

Gejalanya kerap mirip dengan penyakit lain sehingga sulit untuk didiagnosis. Gejala lupus sangat beragam. Ada yang ringan dan ada yang bahkan mengancam jiwa. Penyakit ini memang tidak menular, tapi bisa berbahaya dan bahkan berpotensi mematikan. Gejala umumnya adalah ruam kulit, kelelahan, sakit dan pembengkakan pada sendi.

Pengobatan Penyakit lupus tergantung pada tanda-tanda dan gejala yang muncul saja, karena biasanya tidak semua gejala muncul pada seseorang. Ada beberapa tindakan pengobatan yang bisa dilakukan terhadap penderita penyakit lupus adalah :

  1. Hindari Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan fotosensitivitas terhadap penyakit lupus. Gejala ruam pada kulit yang diderita oleh penderita lupus akan semakin parah jika penderita penyakit lupus tidak menghindari paparan sinar matahari. Untuk menghindari paparan sinar matahari Anda bisa menggunakan bantuan pakaian yang dapat menutupi seluruh bagian kulit, memakai topi dan kaca mata hitam, serta mengoleskan tabir surya dengan dosis yang tinggi agar kulit tidak terbakar sinar matahari. Namun, tidak semua penderita lupus akan mengalami gejala sensitivitas terhadap paparan sinar matahari. Biasanya langkah pengobatan akan meringankan gejala penyakit ini.

  1. Obat Pereda Rasa Sakit

Cara mengobati penyakit lupus adalah dengan meminum obat pereda rasa sakit. Anda bisa meminum obat paracetamol untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu, obat-obat pereda rasa sakit tersebut juga bisa mencegah gejala lain dari lupus yaitu demam. Reaksi masing-masing jenis obat ini berbeda-beda pada masing-masing orang yang mengonsumsinya.

  1. Obat Corticosteroids

Cara menyembuhkan penyakit lupus adalah dengan meminum obat corticosteroids. Obat tersebut berguna untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada organ-organ yang terserang. Namun obat ini dapat menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga harus didampingi dengan meminum obat tertentu yang lain. Ada baiknya untuk mengonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

  1. Obat Anti-Malaria

Cara mengobati penyakit lupus adalah dengan meminum obat anti-malaria. Obat ini dapat mencegah salah satu gejala lupus, yaitu gatal-gatal dan sariawan. Obat ini akan melindungi Anda dari cahaya matahari. Seperti yang diketahui, cahaya matahari bisa membuat kulit gatal.

  1. Obat Penambah Imun

Cara mengobati penyakit lupus adalah dengan meminum obat penambah imun. Obat ini bisa memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh Anda. Hal tersebut akan mengurangi risiko penyakit lupus menjadi semakin parah.

  1. AgenImunosupresif / Kemoterapi

Cara mengobati penyakit lupus adalah dengan meminum obat agen imunosupresif. Agen ini digunakan dalam kasus-kasus serius lupus, ketika organ utama kehilangan kemampuan mereka untuk berfungsi. Obat ini menekan sistem kekebalan tubuh untuk membatasi kerusakan pada organ. Contohnya adalah azathioprine (Imuran) dan cyclophosphamide (Cytoxan). Obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk mual, muntah, rambut rontok, masalah kandung kemih, penurunan kesuburan, dan peningkatan risiko kanker dan infeksi.

  1. Inhibitor Bly S-Spesifik

Cara mengobati penyakit lupus adalah dengan meminum obat inhibitor bly s-spesifik. Obat pertama yang disetujui oleh Food And Drug Administrasion di bawah ini kelas baru obat yabng di sebut belimumab (Benylsta). Ini membatasi jumlah auto antibody yang ditemukanpada orang dengan lupus. Obat ini menghambat aksi dari protein tertentu dalam tubuh yang penting dalam respon imun. Dua studi klinis pada lebih dari 1600 orang dengan lupus menunjukkan benlysta efektif di Afrika-Amerika, maka studi lain sedang dilakukan. Dalam studi klinis, orang yang memakai benlysta melaporkan lebih banyak kematian dan infeksi serius daripada mereka yang tidak mengonsumsi obat. Benlysta tidak harus diberikan dengan vaksin hidup. Efek samping yang paling umum termasuk mual, diare, dan demam.

Mengobati Penyakit Lupus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Lupus Akibat Penggunaan Obat

 

Penyakit Lupus akibat penggunaan obat atau Drug-Induced Lupus Erythematosus adalah varian dari lupus erythematosus yang terjadi dalam beberapa hari atau mungkin beberapa bulan setelah penarikan obat sebagai penyebabnya pada pasien tanpa disfungsi sistem kekebalan yang mendasari. DILE dapat timbul bulan sampai tahun setelah paparan obat yang diresepkan untuk mengobati berbagai kondisi medis (misalnya, antihipertensi, antibiotik, antikonvulsan). Obat-obatan yang paling umum yang menyebabkan DILE adalah hydralazine, procainamide, quinidine, isoniazid, diltiazem, dan minocycline.

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Drug-Induced subakut kulit lupus erythematosus (DISCLE) adalah varian DILE dengan keterlibatan dominan kulit, temporal yang berhubungan dengan paparan obat, dan menyelesaikan setelah penghentian obat. Perawatan harus diambil untuk benar mendiagnosa gejala DILE dan membedakannya dari lupus eritematosus sistemik (SLE), dan DILE harus diakui secara klinis dan serologis untuk intervensi prompt.

Meskipun kedua SLE dan DILE adalah gangguan autoimun dan dapat memiliki gambaran klinis dan laboratorium yang sama, penelitian menunjukkan jalur mekanistik yang berbeda. Pedoman diagnosis dan pengelolaan SLE telah dibentuk. Meskipun patogenesis DILE tidak sepenuhnya dipahami, kecenderungan genetik mungkin memainkan peran, seperti yang telah ditunjukkan dengan obat-obatan tertentu dimetabolisme oleh asetilasi, seperti procainamide atau hydralazine.

Apa penyebab lupus akibat penggunaan obat ?

Penyebab lupus ini tentunya karena mengkonsumsi jenis obat tertentu. Terdapat beberapa obat yang diketahui menyebabkan drug-induced lupus erythematosus (DILE) meliputi : isoniazid, hydralazine, dan procainamide.

Selain itu, diketahui terdapat obat-obat lain yang dapat menyebabkan isoniazid, hydralazine dan procainamide yaitu obat anti kejang, capoten, klorpromazin, etanercept, infliximab, metildopa, minocycline, penicillamine, quinidine, sulfasalazine

Gejala Lupus Akibat Penggunaan Obat

Gejala lupus akibat penggunaan obat biasanya terjadi setelah meminum obat tersebut dan dapat terlihat selama minimal 3 sampai 6 bulan. Gejala yang terlihat meliputi sendi, jantung, dan paru-paru.

Gejala yang ditimbulkan setelah 3 sampai 6 bulan tersebut dapat terlihat jelas seperti penglihatan yang mulai kabur, tubuh merasa demam yang tidak biasa, nyeri pada persendian,dan kehilangan nafsu makan.

Gejala yang paling umum dari lupus akibat penggunaan obat adalah munculnya ruam pada kulit. Ruam yang muncul bisa menjadi semakin buruk bila terkena sinar matahari.

Cara Penanganan Penyakit Lupus

Walaupun sebenarnya penyakit lupus tidak dapat disembuhkan, namun ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meredakan penyebab penyakit lupus tersebut. Contoh cara tepat yang dapat menangani penyakit lupus di antaranya adalah:

  1. Menghindari Sinar Matahari

Karena jika terkena paparan sinar matahari langsung akan memperparah ruam pada kulit bagi penderita lupus. Oleh karena itu, akan sangat disarankan apabila penderita penyakit lupus untuk menghindari kontak dengan sinar matahari secara langsung.

  1. Obat Anti Inflamasi Non-Steroid

Contoh dari obat ini adalah naproxen, ibuprofen, piroxicam atau yang lainnya. Obat anti inflamasi ini dapat mengurangi nyeri pada sendi. Namun, untuk penggunaan obat ini sendiri harus mengikuti anjuran dari dokter. Karena obat anti inflamasi ini memiliki berbagai macam efek samping. Seperti mengakibatkan masalah lambung, ginjal, hati bahkan jantung.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid ini juga merupakan obat anti inflamasi yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Kortikosteroid diberikan ketika masalah pada penderita penyakit lupus sudah cukup parah, sehingga diberikan obat ini. Namun karena dosisnya yang tinggi, sangat disarankan agar mengikuti anjuran atau resep dari dokter. Karena obat ini memiliki efek samping seperti penipisan tulang, kelebihan berat badan, diabetes, serta dapat meningkatkan resiko infeksi.

  1. Obat Imonusupresan

Obat ini dapat digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Karena penyakit lupus merupakan penyakit yang diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berlebih. Oleh karena itu obat ini cukup efektif untuk menekan kerusakan yang diakibatkan oleh penyakit lupus. Obat ini juga dapat digabungkan dengan kortikosteroid sesuai anjuran dari dokter tentunya. Karena obat ini sendiri tergolong obat-obatan keras, sehingga memang perlu dosis dari dokter.

  1. Rituximab

Obat ini masih tergolong baru, yang awalnya dikembangkan untuk menangani penyakit kanker darah, contohnya limfoma. Namun, ternyata obat ini juga cukup efektif untuk menangani penyakit seperti lupus. Karena obat ini juga mematikan sel B, yaitu sel yang memproduksi antibodi yang juga menyebabkan penyakit lupus itu sendiri. Untuk penggunaan harus mengikuti anjuran dokter karena termasuk obat baru.

 

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

 

Jenis-Jenis Penyakit Lupus – Penyakit lupus dikenal sebagai penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Lupus dapat menyerang seluruh bagian tubuh seperti kulit, persendian, dan organ tubuh dalam. Dikenal jug dengan penyakit Autoimun Kronik, autoimun tersebut tidak dapat mengenali zat-zat yang bersifat jahat sehingga semuanya dianggap asing dan diserang. Karena tidak dapat membedakan sel-sel sehat atau bukan maka autoimun akan menyerang sel-sel darah, organ lain maupun saraf sehingga organ-organ yang diserang akan mengalami gangguan yang serius.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Penyakit yang dikategorikan penyakit menauh ini membutuhkan penangan secara intensif bagi penderitanya, terkadang di butuhkan waktu bertahun-tahun dalam prosesnya. Penyakit lupus bukanlah penyakit yang dapat menular karena penyakit ini disebabkan oleh autoimun yang ada di dalam tubuh sendiri. Pada penderita penyakit ini biasanya sering mengalami kelalinan pada kulit, biasanya kulit terdapat bercak kemerahan. Bagian yang sering terdapat kelainan kulit yaitu pipi, lengan dan bagian lainnya.

Untuk mengenali penyakit ini biasnyaa penderita penyakitlupus biasanya mengalami beberapa gejala, diantaranya :

  • Penderita akan merasakan kelelahan walaupun sudah banyak beristirahat (tidur).
  • Penderita biasanya merasakan nyeri pada bagian sendi-sendi dan otot.
  • Gejala paling umum dan terlihat pada penderita penyakit ini yaitu timbulnya bercak merah pada bagian muka. Biasanya berbentuk kupu-kupu yang membujur dari pipi kiri ke pipi kanan melalui hidung. Bercak merah yang ditimbulkan karena penyakit ini sangat sulit untuk dihilangkan, bahkan bisa bersifat permanen.

Gejala-gejala yang terjadi pada penderita penyakit lupus dapat menyebabkan badan lesu dan lemah, gangguan pencernaan, anemia. Kerontokan pada ramut dan kulit lebih mudah hitam karena sinar matahari.

Ada Berapa Jenis-Jenis Penyakit Lupus ?

Penyakit lupus yang dibiarkan akan menyebabkan masalah berat meskipun memiliki gejala yang tampaknya ringan, penyakit ini merupakan penyakit yang memerlukan monitoring dan perawatan konstan.

Penyakit lupus secara umum mengacu pada SLE, yaitu jenis-jenis penyakit lupus :

  1. Systemic Lupus Erythematosus atau SLE

Jenis-jenis penyakit lupus yang sering terjadi pada penderita, persentasenya sampai 70% penderita lupus mengidap jenis lupus Systemic Lupus Erythematosus. KOndisi penyakit lupus ini dapat mengalami kondisi yang berat dan ringan sehingga dapat mempegaruhi berbagai bagian tubuh. Gejala umum dari jenis penyakit ini adalah mengalami kelelahan, rambut rontok, kepekaan terhadap sinar matahari, bengkak dan juga nyeri sendi. Adapun secara umum diagnosis lupus didasari karena kombinasi hasil laboratorium dan gejala fisik.

  1. Cutaneus Lupus Erytematosus

Merupakan terbatas pada kulit ataupun terlihat sama dengan kondisi yang mengalami jenis lupus SLE. Cutaneous yang berarti kulit adalah gejala pada ruam , rambut rontok, bisul, vaskulitas dan fotosensitivitas. Ahli media akan menghapus potongan kecil dari ruam untuk diamati dibawah mikroskop untuk mengetahui lupus kulit dan bentuk yang terjadi pada penderita karena lupus kulit memiliki dua jenis yaitu jenis diskoid dan cutaneus.

Pada penyakit lupus Discoid lupus erythematosus yang mempengaruhi kulit dimana ruam yang yang terjadi berwarna merah dan mengangkat menjadi bersisik dan berubah warna menjadi kecoklatan. Sedangkan pada penyakit cutaneus lupus erythematosus dapat terbatas kulit pada mereka yang menderita jenis lupus SLE. Gejala dapat berupa ruam , rambut rontok, bisul dan pembengkakan pembuluh darah.

  1. Drug Induced Lupus

Jenis-jenis penyakit lupus yang disebabkan karena obat-obatan. Dimana gejala lupus seperti lupus sistematik dimana jarang mempengaruhi organ utama. Gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri pada bagian sendi, bagian otot dan juga mengalammi demam ringan. Pada sebagain besar akan sendirinya sembuh dengan menggunakan obat akan tetapi tidak semua dapat mengambil jenis obat yang sama pemeriksaan dokter sangat penting dilakukan untuk mendapatkan drug induced lupus.

  1. Neonatal Lupus

Jenis-jenis penyakit lupus yang langka yang terjadi pada bayi yang disebabkan oleh antibodi ibu. Antibodi ini dapat ditemukan pada penderita ibu yang mengidap lupus. Akan tetapi kondisi ini dapat pula dialami oleh bayi dari ibu yang tidak menderita penyakit lupus. Pada saat lahir bayi yang mengalami neonatal lupus memiliki ruam kulit, mengalami masalah hati dan juga mengalami volume sel darah merah yang rendah.

Bayi yang mengalami gangguan kesehatan neonatal lupus seringkali gejala hilang sama sekali setelah beberapa bulan dan tidak memiliki kondisi yang akan terjangkit kasus yang sama. Bayi dengan penyakit lupus neonatal dapat memiliki cacat jantung yang jarang meskipun harus diwaspadai karena akan mengidap penyakit jantung yang serius. Bahkan dapat terjadi pada bayi yang lahir dari ibu yang sehat.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pencegahan Lupus SLE

Pencegahan Lupus SLE

 

Lupus, sebuah penyakit mematikan setara kanker yang dalam beberapa tahun belakangan jumlah penderitanya terus meningkat di dunia. Hingga detik ini, medis belum bisa menemukan obat untuk mengatasinya. Penyakit lupus adalah penyakit auto imun yang menyerang sistem kekebalan tubuh secara berlebihan, sehingga mengganggu kesehatan tubuh. Penyakit lupus terjadi ketika antibodi menyerang sel sehat dalam tubuh itu sendiri.

Penyakit Lupus ini sulit dideteksi karena tanda-tanda dan gejala sering kali mirip dengan penyakit lain. Namun demikian tanda dan gejala penyakit lupus yang paling khas adalah ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu (ruam di kedua pipi) disebut juga sebagai malar rash.

Pencegahan Lupus SLE

Pencegahan Lupus SLE

Penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Hal itu bisa terjadi kemungkinan sebagai hasil dari kombinasi genetika dan lingkungan. Karena telah diketahui bahwa orang-orang dengan kecenderungan lupus (diwariskan) dapat mengembangkan penyakit lupus ini ketika mereka kontak dengan sesuatu dalam lingkungan yang dapat memicu gejala penyakit lupus.

Bagaimana upaya pencegahan lupus SLE ?

Mencegah datangnya suatu penyakit alangkah lebih baik, daripada harus kerepotan mangobatinya di masa yang akan datang. Beberapa hal yang lumrah dilakukan untuk cara pencegahan lupus SLE, diantaranya :

  1. Tidak Merokok

Cara pencegahan lupus SLE dengan cara tidak merokok. Asap rokok akan meningkatkan dan menjadikan gejala lupus semakin menjadi. Lebih baik jangan mejadi perokok aktif atau juga pasif saat Anda sudah terkena penyakit ini.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Cara pencegahan lupus SLE dengan hidup sehat lainnya yakni melakukan aktifitas olahraga yang teratur. Dengan aktivitas ini, Anda akan menjaga kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, menambah adanya kekuatan otot, sampai mengatasi stres. Beragam khasiat dalam olahraga sangat dibutuhkan oleh pasien lupus. Namun, pilih jenis olahraga yang cocok dengan keadaan fisik.

  1. Cukup Tidur

Cara pencegahan lupus SLE dengan selalu istirahat yang cukup. Tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat dapat meredakan rasa lelah. Namun jika banyak tidur juga akan membuat tubuh lelah. Jangan memakan makanan berat saat akan tidur.

  1. Hindari Paparan Sinar Matahari

Cara pencegahan lupus SLE dengan cara menghindari paparan sinar matahari. Jangan selalu berada dalam paparan sinar matahari. Hal ini dapat meningkatkan gejala stroke. Jika keluar rumah lebih baik gunakan tabir surya yang memiliki SPF 30. Cara mencegah lupus, Jangan sering terkena matahari saat jam 10 pagi sampai 16 sore. Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang lebar saat keluar di siang hari.

  1. Tutup Lampu Neon Dengan Pelindung

Cara pencegahan lupus SLE dengan menutup lampu neon. Hal ini karena lampu neon ternyata bisa mengandung sinar ultraviolet. Gunakan pelindung dengan teknologi nano dapat menjadi filter untuk sinar UV B dan UV C, dan UV A.

  1. Hindari Infeksi

Cara pencegahan lupus SLE dengan menghindari infeksi. Obat-obatan tertentu yang biasanya dikomsumsi penderita lupus dapat menjadikan pasien lebih mudah terkena infeksi. Cara pencegahan penyakit lupus dengan mencuci tangan memakai sabun dan air hangat supaya bakteri atau virus hilang. Jangan menyentuh tangan, mulut, atau hidung memakai tangan yang kotor. Konsultasi dengan dokter jika ingin imuninasi atau vaksin.

  1. Mandi Air Hangat

Cara pencegahan lupus SLE dengan cara mandi air hangat. Pasien lupus biasanya akan mudah terkena nyeri otot dan sendi. Obat pereda nyeri dapat mengatasi keluahan ini. Namun cara pencegahan penyakit lupus lebih baik dengan memakai cara alami yakni mandi air hangat atau berendam dalam air hangat. Melakukan yoga, tai chi, akupuntur, dan lainnya.

  1. Jauhi Depresi

Cara pencegahan lupus SLE dengan menjauhi depresi. Pasien penyakit lupus biasa mudah terkena mood buruk. Namun selalu cari solusi supaya kesehatan mental Anda tidak terganggu. Lakukan meditasi, liburan dan lainnya.

  1. Perhatikan Makanan Yang Dikomsumsi

Cara pencegahan lupus SLE dengan komsumsi makanan sehat seperti jenis buahan, sayuran, dan ikan. Kandungan minyak ikan memiliki asam lemak omega 3 yang meredakan peradangan. Jangan komsumsi makanan dengan kandungan alfafa seperti kecambah dan biji.

Cara pencegahan lupus SLE sangat penting dilakukan apabila sudah menemukan gejala yang menjurus pada gejala lupus. Penyakit lupus akan sama bahayanya dengan penyakit jantung, kanker dan AIDS yang bisa mematikan.

Pencegahan Lupus SLE

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

 

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES), salah satu jenis penyakit lupus, adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ.

Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Lupus juga dapat menyebabkan fenomena Raynaud, yang menyebabkan kejang pada pembuluh darah dan rasa sakit serta perubahan warna pada jari-jari, jari kaki, telinga, dan hidung.

Siapa saja yang dapat terkena penyakit lupus eritematosus sistemik ?

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu,dari bayi sampai orang tua, baik laki-laki atau perempuan,  tetapi seperti pada beberapa penyakit reumatik yang lain yang mana untuk reumatik tertentu mempunyai ciri yang khas mengenai kelompok usia atau jenis kelamin tertentu. Pada penderita penyakit ini yang paling sering terkena adalah wanita dibandingkan pria,  dengan perbandingan wanita dibandingkan pria ialah 6:1 dan umumnya mengenai usia dewasa muda antara 20- 50 tahun.

Gejala Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Meski gejala penyakit lupus eritematosus sistemik bervariasi, ada tiga gejala utama yang umumnya selalu muncul, antara lain:

  • Rasa Lelah Yang Ekstrem

Inilah gejala paling umum pada penyakit lupus eritematosus sistemik yang sering dikeluhkan para penderita. Rasa lelah yang ekstrem sangat mengganggu dan menghambat aktivitas. Banyak penderita yang menyatakan bahwa gejala ini merupakan dampak negatif terbesar dari penyakit lupus eritematosus sistemik dalam kehidupan mereka. Melakukan rutinitas sehari-hari yang sederhana, misalnya tugas rumah tangga atau rutinitas kantor, dapat membuat penderita SLE sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.

  • Ruam Pada Kulit

Yang menjadi ciri khas penyakit lupus eritematosus sistemik adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu. Bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat SLE dapat membekas secara permanen dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari akibat reaksi fotosensitivitas.

  • Nyeri Pada Persendian

Gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi SLE umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Itulah yang membedakan penyakit lupus eritematosus sistemik dengan penyakit lain yang juga menyerang persendian.

Gejala-gejala Lain yang Mungkin Menyertai

Tiap penderita SLE merasakan gejala yang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala ringan dan ada yang berat. Ada beragam gejala lain yang dapat muncul selain yang utama. Tetapi tidak semua gejala tersebut akan dialami penderita. Banyak penderita yang hanya mengalami gejala utama.

Berikut adalah gejala-gejala lain yang kemungkinan dialami penderita SLE:

  • Sariawan yang terus muncul.
  • Demam tinggi (38ºC atau lebih).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit kepala.
  • Rambut rontok.
  • Mata kering.
  • Sakit dada.
  • Hilang ingatan.
  • Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.
  • Tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki
  • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Penyebab

Apa penyebab penyakit lupus eritematosus sistemik?

Penyebab lupus belum diketahui, tetapi faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya Lupus. Orang yang sering terkena sinar matahari atau tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering memiliki stres lebih berisiko terhadap penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga merupakan bagian dari penyebabnya. Banyak peneliti percaya bahwa hormon estrogen berperan dalam pembentukan penyakit.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit lupus eritematosus sistemik ?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit lupus eritematosus sistemik adalah:

  • Jenis kelamin Anda. Lupus lebih sering terjadi pada wanita
  • Berjemur secara teratur atau paparan sinar matahari
  • Infeksi
  • Lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah dan antibiotik. Orang yang memiliki lupus karena obat biasanya gejalanya hilang ketika mereka berhenti minum obat
  • Meskipun lupus dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia, namun yang paling sering didiagnosis antara usia 15 dan 40 tahun

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak bisa mendapatkan penyakit ini. Faktor-faktor ini adalah untuk referensi saja. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya. Semoga bermanfaat…

Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus)

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus)

 

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus) adalah kondisi kulit kronis luka dengan peradangan dan jaringan parut mendukung wajah, telinga, dan kulit kepala dan pada kali pada area tubuh lainnya. Lesi ini berkembang sebagai merah, patch yang meradang dengan skala dan penampilan berkerak. Daerah pusat mungkin muncul lebih ringan dalam warna gelap dengan pelek dari kulit normal. Ketika lesi terjadi di daerah berbulu seperti janggut atau kulit kepala, jaringan parut permanen dan kerontokan rambut bisa terjadi.

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus)

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus)

Sebagian kecil pasien dengan lupus diskoid dapat mengembangkan penyakit organ internal, yang dapat membuat orang sakit. Anak-anak dan orang-orang dengan banyak bintik-bintik yang biasanya berisiko lebih ini. Jika dokter mencurigai kondisi ini, biopsi kulit perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis karena kondisi lain dapat terlihat seperti lupus DLE. Jika biopsi kulit menunjukkan lupus diskoid erythematosus, maka tes darah lebih lanjut dapat diindikasikan.

Gejala yang dirasakan oleh penderita lupus DLE adalah rambut rontok, lalu pitak secara permanen, timbul ruam merah yang berbentuk bulat bagaikan sisik di kulit dan bisa menebal lalu menjadi bekas luka.

Penyebab Lupus DLE

Penyebab yang pasti dari Lupus DLE belum diketahui. Para ahli mempercayai bahwa kombinasi genetik, lingkungan dan factor hormonal terlibat dalam pembentukan lupus DLE. Karena tidak ada gen spesifik untuk lupus diskoid ditemukan, para peneliti talah menemukan beberapa gen yang berkontribusi pada pembentukan penyakit ini. Dan beberapa orang yang mempunyai gen ini meningkatkan resiko dalam pembentukan lupus diskoid. Penyakit dapat pula diinduksi oleh obat, misalnya prokainamid, hidantoin, griseufulvin, fenil butazone, penisilin, streptomisin, tetrasiklin, dan sulfonamide dan disebut sebagai SLE like sindrom.

Paparan sinar matahari [radiasi ultraviolet] memerankan peran penting dalam beberapa kasus LED. Kebanyakan rush lupus DLE terjadi pada daerah yang terpapar langsung sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat memicu pembentukan rush yang baru. Pada beberapa orang, penyakit ini menghilang selama musim dingin, dimana terdapat sedikit matahari. Stress psikologi dan infeksi virus atau bakteri pada kulit juga dapa memicu timbulnya lupus DLE. Lupus diskoid tidak menular, penyakit ini tidak menular dengan kontak kulit atau berganti-ganti barang pribadi seperti handuk, sisir atau silet cukur.

Pencegahan dan Pengobatan Lupus DLE

Pengobatan lupus DLE sama dengan lupus SLE, tergantung dari gejala dan parah atau tidaknya. Sisi baiknya, lupus DLE tidak bersifat sistemik, sehingga gejala terbatas hanya pada ruam kulit dan tidak ada serangan pada sistem tubuh bagian dalam. selain obat-obat kortison dan malaria, juga pengobatan yang bisa mengendalikan sisstem imun yang salah fungsi. Pasien lupus DLE juga tidak dianjurkan terpapar sinar matahari, dianjurkan menjauhi/mengelola stres, dan banyak istirahat. Dari sisi pola makan pun sama dengan pasien lupus SLE, sebaiknya pasien lupus DLE juga menerapkan pola makan seimbang, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, hindari merokok dan minuman beralkohol, serta melakukan olahraga yang teratur.

Obat Penyakit LupusSelain dengan cara tersebut, untuk mengobati dan mencegah penyakit lupus DLE, Anda bisa mengkonsumsi suplemen anti kanker S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !

Lupus DLE (Discoid Lupus Erythematosus)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lupus Menular Tidak ?

Lupus Menular Tidak ?

 

Lupus Menular Tidak ? Penyakit lupus adalah penyakit autoimun, yakni penyakit menyerang sistem kekebalan sampai rusak, lalu berbalik menyerang tubuh sendiri. Normalnya sistem kekebalan akan melindungi tubuh dari sera ngan virus, bakteri, dan benda berbahaya lain. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh ini justru menyerang balik si empunya karena kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara zat asing yang berbahaya bagi tubuh dan sel tubuh sendiri. Lupus Menular Tidak

Lupus Menular Tidak ?

Lupus Menular Tidak ?

Penyebab munculnya penyakit Lupus ini hingga kini masih belum diketahui secara pasti “apa penyebab”nya. Karena penyebabnya belum jelas, para ahli belum bisa menemukan obatnya. Pengobatan hanya untuk mengurangi gejala dan peradangan, serta menjaga agar fungsi tubuh tetap normal. Pemberian terapi dan obat bergantung bagian tubuh yang diserang dan tingkat keparahannya. Karena itu, pengobatan sangat beragam pada tiap individu. Obat bagi kebanyakan odapus antara lain jenis antiperadangan, kortikosteroid, asetaminofen, dan antimalaria. Lupus Menular Tidak

Jenis Penyakit Lupus

Ada 2 jenis lupus yang paling umum, yaitu Discoid Lupus Erythematosus (DLE) dan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus Menular Tidak

Discoid Lupus Erythematosus (SLE): adalah jenis lupus yang paling ringan, dan biasanya hanya mengenai kulit, yang seringkali menyebar membentuk pola seperti kupu-kupu diwajah antara pipi yang melintasi hidung. Setelah beberapa minggu atau bulan, meninggalkan bekas yang berwarna gelap atau pucat dan biasanya permanen. Sinar matahari senderung akan memicu dan memperburuk kondisi ruam, namun lupus DLE ini tidak membahayakan dan jarang berkembang menjadi jenis SLE. Lupus Menular Tidak

Sementara jenis Systemic Lupus Erythematosus(SLE), juga bisa menyebabkan ruam-ruam dikulit sama – yaitu dengan lupus DLE. Namun pada lupus SLE, tak hanya menyebabkan ruam-ruam dikulit seperti DLA saja, tetapi bisa juga dapat menyebar mempengaruhi selaput lendir dan jaringan. Kondisi seperti nyeri sendi atau Arthritis(bahkan secara medis diklasifikasikan kedalam keluarga yang sama dengan rheumatoid arthritis) mungkin bisa menjadi gejala pertama pada beberapa orang dengan SLE. Lupus Menular Tidak

Gejala awal lain bisa termasuk kelelahan parah, demam, kepekaan berlebihan terhadap sinar matahari, dan penurunan berat badan yang tak bisa dijelaskan.

Apakah lupus menular ?

Lupus tidak menular, atau tidak ditularkan dari atau ke orang lain. Masih belum sepenuhnya difahami jika antibodi lupus akan menyebabkan masalah jika dimasukkan ke tubuh seseorang yang tanpa lupus, namun ada sedikit alasan untuk mempercayai bahwa ini bisa membahayakan. Lupus Menular Tidak

Walapun apabila ada teori risiko kecil dari efek samping bagi penerima darah, namun lupus tak akan berkembang pada orang yang menerima darah tersebut. Hal ini penting untuk diketahui bahwa ketika orang menyumbangkan darah, unsur-unsur darah akan dipisahkan. Contohnya, sel-sel darah merah dan trombosit akan dipisahkan dari plasma dan antibodi. Hal ini berarti untuk sebagian darah donor, antibodi dan unsur lain yang dikhawatirkan akan dibuang. Lupus Menular Tidak

Kesimpulannya, lupus tidak menular; atau bisa menular semudah penyakit infeksi oleh virus atau bakteri. Lupus Menular Tidak

Bagaimana cara mengobati dan mencegah penyakit lupus ?

Untuk mengobati dan mencegah penyakit lupus, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S.Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping.  S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Penyakit LupusMengapa harus Suplemen S.Lutena ?

Peranan S.Lutena sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S-Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik. Suplemen S.Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, Suplemen S.Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Super lutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari. Lupus Menular Tidak

Apakah Suplemen S.Lutena Menimbulkan Ketergantungan ? “S-Lutena tidak akan menimbulkan ketergantungan, karena bukan obat.”

Suplemen S.Lutena ini dapat membantu tubuh untuk memulihkan kesehatan, namun apabila konsumsinya dihentikan, sedangkan sel-sel yang sakit & rusak belum sepenuhnya pulih, maka penyakit dapat muncul kembali. Jika tubuh telah benar-benar sembuh dari sakit, maka tidak masalah bila konsumsinya dihentikan. Lupus Menular Tidak

Sudah banyak orang yang membuktikan khasiat dari Suplemen S.Lutena. Jadi tunggu apalagi ?! Kini Giliran ANDA !! Segera pesan Suplemen S.Lutena agar tidak KEHABISAN STOCK !! Lupus Menular Tidak

S.Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb. Lupus Menular Tidak

Lupus Menular Tidak ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Lupus SLE

Pengobatan Lupus SLE

 

Pengobatan Lupus SLE – Lupus merupakan penyakit peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Hal ini kemudian berdampak buruk pada bagian tubuh yang lain seperti sendi, kulit, paru-paru, ginjal, susunan saraf tubuh serta anggota tubuh yang lain. jenis penyakit ini banyak diderita oleh wanita yang tengah berada pada masa subur.

Pengobatan Lupus SLE

Pengobatan Lupus SLE

Banyak wanita yang tengah berada pada usia produktif yaitu 15 hingga 45 tahun terjangkit penyakit lupus akibat serangan bakteri atau virus. Namun walau begitu, resiko tingginya wanita terjangkit lupus dibandingkan dengan pria, secara spesifik masih belum diketahui apa penyebabnya. Gaya hidup tidak sehat serta adanya faktor genetika merupakan beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penyakit lupus. Untuk itu, mengubah pola hidup agar lebih sehat merupakan salah satu cara mengurangi resiko terjangkitnya penyakit lupus.

Pengobatan Lupus SLE

Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan penyakit lupus yang tersedia adalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE.

  1. Menghindari Paparan Sinar Matahari

Melindungi kulit dari sinar matahari sangatlah penting bagi penderita SLE. Ruam pada kulit yang dialami penderita SLE dapat bertambah parah jika terpapar sinar matahari. Langkah yang dapat dilakukan adalah :

  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit.
  • Memakai topi dan kacamata hitam.
  • Mengoleskan tabir surya berdosis tinggi agar kulit tidak terbakar matahari.

Meski demikian, tidak semua penderita lupus sensitif terhadap sinar matahari. Ada juga yang tidak perlu menerapkan langkah-langkah di atas.

Pengobatan khusus mungkin tidak dibutuhkan oleh penderita SLE dengan gejala ringan, tetapi mereka umumnya tetap memerlukan obat-obatan untuk menangani gejalanya. Berikut adalah obat-obatan yang mungkin dibutuhkan oleh penderita SLE.

  1. Obat Anti Inflamasi Nonsteroid

Pengobatan lupus SLE dengan oabt anti inflamasi nonsteroid. Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini. Obat anti inflamasi nonsteroid adalah pereda sakit yang dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada tubuh. Jenis obat yang umumnya diberikan dokter pada penderita SLE meliputi ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan piroxicam. Pengobatan Lupus SLE

Pengobatan lupus SLE, Jenis obat ini (terutama, ibuprofen) sudah dijual bebas dan dapat mengobati nyeri sendi atau otot yang ringan. Tetapi Anda membutuhkan obat dengan resep dokter jika mengalami nyeri sendi atau otot yang lebih parah. Penderita SLE juga sebaiknya waspada karena obat ini tidak cocok jika mereka sedang atau pernah mengalami gangguan lambung, ginjal, atau hati. Obat ini juga mungkin tidak cocok untuk penderita asma. Pengobatan Lupus SLE

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala atau serangan yang parah. Untuk mengendalikan gejala serta serangan, tahap awal pemberian obat ini mungkin akan berdosis tinggi. Lalu dosisnya diturunkan secara bertahap seiring kondisi penderita yang membaik. Pengobatan Lupus SLE

Pengobatan lupus SLE, Kortikosteroid selalu diberikan dengan dosis terendah yang efektif. Dosis tinggi serta konsumsi jangka panjang obat ini dapat menyebabkan efek samping yang meliputi penipisan tulang, penipisan kulit, bertambahnya berat badan, dan peningkatan tekanan darah tinggi. Pengobatan Lupus SLE

  1. Hydroxychloroquine

Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama SLE. Di antaranya:

  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelelahan
  • Ruam pada kulit

Obat ini juga memiliki efek samping lain yang lebih serius, tetapi sangat jarang terjadi. Contohnya, diperkirakan terdapat risiko 1:2000 di antara penderita SLE yang mengonsumsi obat ini yang mungkin mengalami kerusakan mata. Karena sangat jarang, pemeriksaan mata secara umum tidak diharuskan untuk semua penderita lupus yang mengonsumsi obat ini. Segera konsultasikanlah kepada dokter jika Anda mengalami gangguan penglihatan selama mengonsumsi hydroxychloroquine.

  1. Obat Imunosupresan

Pengobatan lupus SLE dengan obat imunosupresan. Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide. Pengobatan Lupus SLE

Imunosupresan akan meringankan gejala SLE dengan membatasi kerusakan pada bagian-bagian tubuh yang sehat akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Obat ini juga terkadang diberikan bersamaan dengan kortikosteroid. Jika dikombinasikan, keduanya dapat meringankan gejala SLE dengan lebih efektif. Penggunaan imunosupresan juga kemungkinan dapat mengurangi dosis kortikosteroid yang dibutuhkan penderita.

  1. Rituximab

Pengobatan lupus SLE dengan rituximab. Jika obat-obat lain tidak mempan bagi penderita SLE, dokter akan menganjurkan rituximab. Obat ini termasuk jenis baru dan awalnya dikembangkan untuk menangani kanker darah tertentu, misalnya limfoma. Tetapi rituximab terbukti efektif untuk menangani penyakit autoimun, seperti SLE dan artritis reumatoid. Pengobatan Lupus SLE

Cara kerja rituximab adalah dengan mengincar dan membunuh sel B. Ini adalah sel yang memproduksi antibodi yang menjadi pemicu gejala SLE. Obat ini akan dimasukkan melalui infus yang akan berlangsung selama beberapa jam. Selama proses pengobatan ini berlangsung, kondisi Anda akan dipantau dengan cermat. Pengobatan Lupus SLE

Efek samping yang umum dari rituximab meliputi pusing, muntah, dan gejala yang mirip flu (misalnya menggigil dan demam tinggi selama pengobatan berlangsung). Efek samping lain yang mungkin terjadi (meski sangat jarang) adalah reaksi alergi. Reaksi ini umumnya muncul selama pengobatan berlangsung atau tidak lama setelahnya.

Pengobatan Lupus SLE

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Lupus Sistemik

Gejala Lupus Sistemik

 

Gejala Lupus Sistemik

Gejala Lupus Sistemik

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ. Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah. Lupus juga dapat menyebabkan fenomena Raynaud, yang menyebabkan kejang pada pembuluh darah dan rasa sakit serta perubahan warna pada jari-jari, jari kaki, telinga, dan hidung.

Apa penyebab lupus eritematosus sistemik ?

Penyebabnya belum diketahui, tetapi faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya Lupus. Orang yang sering terkena sinar matahari atau tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering memiliki stres lebih berisiko terhadap penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga merupakan bagian dari penyebabnya. Banyak peneliti percaya bahwa hormon estrogen berperan dalam pembentukan penyakit.

Gejala Lupus Sistemik

Pengetahuan tentang gejala lupus sistemik yang timbul pada penderita ini juga menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kita semua, dengan mengetahui gejala awal yang timbul maka resiko semakin memburuknya penyakit ini dapat dicegah. Berikut gejala lupus sistemik yang sering dirasakan oleh penderita lupus :

  1. Nampak Butterfly Rash Pada Bagian Wajah

Butterfly rash adalah gejala lupus sistemik yang memiliki bentuk layaknya kupu-kupu. Penderita penyakit lupus biasanya memiliki ciri-ciri gejala pada wajah yaitu bintik-bintik berwarna merah yang hampir sama bentuknya dengan kupu-kupu.

  1. Sendi Membengkak

Salah satu ciri gejala lupus sistemik adalah mengalami sendi yang kaku, ketika hendak diperiksa sendi tersebut akan nampak berwarna merah selain itu juga terjadi pembengkakan.

  1. Sariawan

Gejala lupus sistemik lainnya yang dialami oleh seorang yang menderita penyakit lupus adalah mengalami sariawan. Namun sariawan yang dialami oleh penderita biasanya tidak terasa sakit. Gejala sariawan ini biasanya terletak dilangit-langit lidah, dipinggir lidah atau bahkan bisa juga dialami dalam hidung

  1. Terjadi Peradangan Pada Jantung Dan Paru-Paru

Meskipun peradangan dialami oleh penderita penyakit lupus pada jantung dan juga paru-paru namun biasanya tidak mempengaruhi kinerja pada organ-organ tersebut.

  1. Tidak Normalnya Air Seni

Ketika seseorang menderita sakit lupus biasanya kinerja ginjal tidak terlalu baik yang pada akhirnya ginjal tidak sempurna ketika menyaring protein yang dihasilkan tubuh sehingga beberapa unsur seperti protein dan juga sel darah hilang.

  1. Gangguan Mental

Perasaan cemas dan juga depresi adalah salah satu gejala lupus yang dirasakan pada seseorang yang menderita sakit lupus. Meskipun gangguan mental ini bukan merupakan hal yang begitu parah. Gejala Lupus Sistemik

  1. Kurang Darah Atau Animea

Biasanya pada seseorang yang menderita penyakit lupus akan semakin memburuk apalagi pada wanita jika wanita itu sedang mengalami mentruasi maka akan semakin memperburuk keadaan penderita tersebut. Pada seseorang yang menderita lupus hemolytic animea merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut gejala kurng darah tersebut. Gejala Lupus Sistemik

  1. Susunan Saraf

Gangguan otak, saraf dan kejiwaan didapati pada 15% penderita lupus. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.

  1. Paru

Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia). Ini juga merupakan salah satu gejala lupus sistemik.

  1. Mata

Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.

  1. Kulit DNA Rambut

Keterlibatan kulit terjadi 90% pada penderita lupus. Ini merupakan gejala lupus sistemik. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.

Penderita lupus yang mengalami gejala lupus sistemik pada gangguan ginjal harus menghindari makanan dengan kadar protein yang tinggi, karena akan memperberat gangguan fungsi ginjal penderita lupus. Jika menggunakan steroid, yang dapat menyebabkan paningkatan berat badan, maka perlu pengurangan kalori.

Pada penderita lupus yang sedang menggunakan steroid juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, yang berguna untuk menghindari terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), baik akibat penggunaan steroid, maupun akibat penyakit lupusnya sendiri. Oleh karena penderita lupus tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari, maka disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D.

Gejala Lupus Sistemik

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Lupus

Mencegah Lupus

 

Lupus, sebuah penyakit mematikan setara kanker yang dalam beberapa tahun belakangan jumlah penderitanya terus meningkat di dunia. Hingga detik ini, medis belum bisa menemukan obat untuk mengatasinya. Secara etimologi, lupus berasal dari bahasa Latin yang berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu.

Mencegah Lupus

Mencegah Lupus

Mengapa muncul istilah penyakit “lupus” ? Sebab penderita penyakit lupus pada umumnya memiliki bercak merah berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) di pipi yang mirip dengan yang ada di pipi serigala, tetapi berwarna putih. Bercak merah berbentuk kupu-kupu adalah salah satu tanda penyakit lupus ini. Itu sebabnya lambang penyakit lupus adalah kupu-kupu.

Penyakit lupus adalah penyakit auto imun yang menyerang sistem kekebalan tubuh secara berlebihan, sehingga mengganggu kesehatan tubuh. Penyakit lupus terjadi ketika antibodi menyerang sel sehat dalam tubuh itu sendiri.

Lalu apakah ada cara mencegah lupus ke diri kita ?

Ada. Berikut beberapa langkah untuk mencegah lupus, diantaranya :

  • Tidak Merokok

Cara mencegah lupus dengan cara tidak merokok. Asap rokok akan meningkatkan dan menjadikan gejala lupus semakin menjadi. Lebih baik jangan mejadi perokok aktif atau juga pasif saat Anda sudah terkena penyakit ini.

  • Berolahraga Secara Teratur

Cara mencegah lupus dengan hidup sehat lainnya yakni melakukan aktifitas olahraga yang teratur. Dengan aktivitas ini, Anda akan menjaga kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, menambah adanya kekuatan otot, sampai mengatasi stres. Beragam khasiat dalam olahraga sangat dibutuhkan oleh pasien lupus. Namun, pilih jenis olahraga yang cocok dengan keadaan fisik.

  • Cukup Tidur

Cara mencegah lupus dengan selalu istirahat yang cukup. Tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat dapat meredakan rasa lelah. Namun jika banyak tidur juga akan membuat tubuh lelah. Jangan memakan makanan berat saat akan tidur.

  • Hindari Paparan Sinar Matahari

Jangan selalu berada dalam paparan sinar matahari. Hal ini dapat meningkatkan gejala stroke. Jika keluar rumah lebih baik gunakan tabir surya yang memiliki SPF 30. Jangan sering terkena matahari saat jam 10 pagi sampai 16 sore. Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang lebar saat keluar di siang hari. Mencegah Lupus

  • Tutup Lampu Neon Dengan Pelindung

Hal ini karena lampu neon ternyata bisa mengandung sinar ultraviolet. Gunakan pelindung dengan teknologi nano dapat menjadi filter untuk sinar UV B dan UV C, dan UV A.

  • Hindari Infeksi

Obat-obatan tertentu yang biasanya dikomsumsi penderita lupus dapat menjadikan pasien lebih mudah terkena infeksi. Cuci tangan memakai sabun dan air hangat supaya bakteri atau virus hilang. Jangan menyentuh tangan, mulut, atau hidung memakai tangan yang kotor. Konsultasi dengan dokter jika ingin imuninasi atau vaksin.

  • Mandi Air Hangat

Cara mencegah lupus dengan cara mandi air hangat. Pasien lupus biasanya akan mudah terkena nyeri otot dan sendi. Obat pereda nyeri dapat mengatasi keluahan ini. Namun cara mencegah lupus lebih baik dengan memakai cara alami yakni mandi air hangat atau berendam dalam air hangat. Melakukan yoga, tai chi, akupuntur, dan lainnya.

  • Jauhi Depresi

Cara mencegah lupus dengan menjauhi depresi. Pasien penyakit lupus biasa mudah terkena mood buruk. Namun selalu cari solusi supaya kesehatan mental Anda tidak terganggu. Lakukan meditasi, liburan dan lainnya.

  • Perhatikan Makanan Yang Dikomsumsi

Cara mencegah lupus dengan komsumsi makanan sehat seperti jenis buahan, sayuran, dan ikan. Kandungan minyak ikan memiliki asam lemak omega 3 yang meredakan peradangan. Jangan komsumsi makanan dengan kandungan alfafa seperti kecambah dan biji.

Obat Lupus HerbalUntuk mengobati dan mencegah lupus, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping.  S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

.

Mencegah Lupus

Posted in Uncategorized | Leave a comment