Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

 

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid – Lupus eritematosus diskoid adalah suatu kondisi kulit kronis yang ditandai oleh peradangan dan lesi kulit jaringan parut yang terjadi pada wajah, telinga, kulit kepala dan area tubuh lainnya. Lesi ini berkembang sebagai pertumbuhan meradang dengan sisik (scaling) dan penampilan seperti kutil. Daerah pusat mungkin tampak berwarna cerah dikelilingi oleh daerah gelap dari kulit normal. Ketika lesi terjadi di daerah berbulu seperti kulit kepala, jaringan parut permanen dan kerontokan rambut dapat terjadi. Sebagian kecil pasien dengan lupus diskoid dapat mengembangkan penyakit organ internal.

Lupus Eritematosus Diskoid berhubungan erat dengan kondisi lain yang disebut Lupus Eritematosus Sistemik (LES). LES merupakan penyakit autoimun, yang berarti system pertahanan [imun] alami tubuh menjadikan sel dan jaringan tubuh sebagai target dan menghancurkannya. Lupus Eritematous mengacu pada kelainan yang berdampak luas. Pada LES kelainan dapat menyerang organ internal, sedangkan pada LED hanya menyerang kulit, tapi ada sebagian kecil LED yang menyerang organ dalam, yang membuat penderita menjadi sakit.

Gejala Lupus Eritematosus Diskoid

Bercak kemerahan yang khas bisa terus menerus ada atau hilang timbul selama bertahun-tahun. Bentuk bercak ini berubah-ubah setiap saat, pada awalnya berbentuk bulat dan merah, dengan diameter sekitar 0,5 cm. Biasanya muncul di pipi, hidung, kulit kepala dan telinga, tetapi dapat juga ditemukan di batang tubuh sebelah atas, lengan bagian belakang dan tulang kering. Sering ditemukan luka di mulut.

Jika kelainan ini tidak diobati, setiap bercak secara perlahan akan menyebar ke daerah di sekelilingnya. Bagian tengah mengalami degenerasi dan membentuk jaringan parut. Pada daerah yang bersisik, folikel rambut melebar, meninggalkan lubang yang berbentuk seperti paku karpet. Jaringan parut dapat menyebabkan kerontokan rambut yang meluas. Bercak kemerahan bisa disertai dengan nyeri pada sendi dan penurunan jumlah sel darah putih.

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Penyebab yang pasti dari Lupus Eritematosus Diskoid belum diketahui. Para ahli mempercayai bahwa kombinasi genetik, lingkungan dan factor hormonal terlibat dalam pembentukan Lupus Eritematosus Diskoid. Karena tidak ada gen spesifik untuk Lupus Eritematosus Diskoid ditemukan, para peneliti talah menemukan beberapa gen yang berkontribusi pada pembentukan penyakit ini. Dan beberapa orang yang mempunyai gen ini meningkatkan resiko dalam pembentukan Lupus Eritematosus Diskoid. Penyakit dapat pula diinduksi oleh obat, misalnya prokainamid, hidantoin, griseufulvin, fenil butazone, penisilin, streptomisin, tetrasiklin, dan sulfonamide dan disebut sebagai SLE like sindrom. Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Paparan sinar matahari [radiasi ultraviolet] memerankan peran penting dalam beberapa kasus Lupus Eritematosus Diskoid. Kebanyakan rush Lupus Eritematosus Diskoid terjadi pada daerah yang terpapar langsung sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat memicu pembentukan rush yang baru. Pada beberapa orang, penyakit ini menghilang selama musim dingin, dimana terdapat sedikit matahari. Stress psikologi dan infeksi virus atau bakteri pada kulit juga dapa memicu timbulnya LED. LED tidal menular, penyakit ini tidak menular dengan kontak kulit atau berganti-ganti barang pribadi seperti handuk, sisir atau silet cukur.

Cara Mencegah Lupus

Ada. Berikut beberapa langkah untuk mencegah lupus, diantaranya :

  • Tidak Merokok

Asap rokok akan meningkatkan dan menjadikan gejala lupus semakin menjadi. Lebih baik jangan mejadi perokok aktif atau juga pasif saat Anda sudah terkena penyakit ini.

  • Berolahraga Secara Teratur

Dengan aktivitas ini, Anda akan menjaga kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, menambah adanya kekuatan otot, sampai mengatasi stres. Beragam khasiat dalam olahraga sangat dibutuhkan oleh pasien lupus. Namun, pilih jenis olahraga yang cocok dengan keadaan fisik.

  • Cukup Tidur

Cara mencegah lupus dengan selalu istirahat yang cukup. Tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat dapat meredakan rasa lelah. Namun jika banyak tidur juga akan membuat tubuh lelah. Jangan memakan makanan berat saat akan tidur.

  • Hindari Paparan Sinar Matahari

Jangan selalu berada dalam paparan sinar matahari. Hal ini dapat meningkatkan gejala stroke. Jika keluar rumah lebih baik gunakan tabir surya yang memiliki SPF 30. Jangan sering terkena matahari saat jam 10 pagi sampai 16 sore. Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang lebar saat keluar di siang hari.

  • Tutup Lampu Neon Dengan Pelindung

Hal ini karena lampu neon ternyata bisa mengandung sinar ultraviolet. Gunakan pelindung dengan teknologi nano dapat menjadi filter untuk sinar UV B dan UV C, dan UV A.

  • Hindari Infeksi

Obat-obatan tertentu yang biasanya dikomsumsi penderita lupus dapat menjadikan pasien lebih mudah terkena infeksi. Cuci tangan memakai sabun dan air hangat supaya bakteri atau virus hilang. Jangan menyentuh tangan, mulut, atau hidung memakai tangan yang kotor. Konsultasi dengan dokter jika ingin imuninasi atau vaksin.

  • Mandi Air Hangat

Pasien lupus biasanya akan mudah terkena nyeri otot dan sendi. Obat pereda nyeri dapat mengatasi keluahan ini. Namun cara mencegah lupus lebih baik dengan memakai cara alami yakni mandi air hangat atau berendam dalam air hangat. Melakukan yoga, tai chi, akupuntur, dan lainnya.

  • Jauhi Depresi

Pasien penyakit lupus biasa mudah terkena mood buruk. Namun selalu cari solusi supaya kesehatan mental Anda tidak terganggu. Lakukan meditasi, liburan dan lainnya.

  • Perhatikan Makanan Yang Dikomsumsi

Cara mencegah lupus dengan komsumsi makanan sehat seperti jenis buahan, sayuran, dan ikan. Kandungan minyak ikan memiliki asam lemak omega 3 yang meredakan peradangan. Jangan komsumsi makanan dengan kandungan alfafa seperti kecambah dan biji.

Sekian artikel mengenai penyebab lupus eritematosus diskoid dan cara mencegahnya. Seoma bermanfaat…

Penyebab Lupus Eritematosus Diskoid

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Lupus Eritematosus

Gejala Lupus Eritematosus

 

Gejala Lupus Eritematosus – Lupus Eritematosus Sistemik (LES), salah satu jenis penyakit lupus, adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ.

Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

Lupus juga dapat menyebabkan fenomena Raynaud, yang menyebabkan kejang pada pembuluh darah dan rasa sakit serta perubahan warna pada jari-jari, jari kaki, telinga, dan hidung.

Gejala Lupus Eritematosus

Gejala Lupus Eritematosus

Penyebab

Penyebab lupus belum diketahui, tetapi faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya Lupus. Orang yang sering terkena sinar matahari atau tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering memiliki stres lebih berisiko terhadap penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga merupakan bagian dari penyebabnya. Banyak peneliti percaya bahwa hormon estrogen berperan dalam pembentukan penyakit.

Gejala Lupus Eritematosus

Gejala lupus eritematosus tergantung pada yang organ yang terkena dan biasanya adalah:

  1. Nampak butterfly rash pada bagian wajah

Butterfly rash adalah gejala Lupus Eritematosus Sistemik yang memiliki bentuk layaknya kupu-kupu. Penderita penyakit lupus biasanya memiliki ciri-ciri gejala pada wajah yaitu bintik-bintik berwarna merah yang hampir sama bentuknya dengan kupu-kupu.

  1. Sendi membengkak

Salah satu ciri gejala Lupus Eritematosus Sistemik adalah mengalami sendi yang kaku, ketika hendak diperiksa sendi tersebut akan nampak berwarna merah selain itu juga terjadi pembengkakan.

  1. Sariawan

Gejala Lupus Eritematosus Sistemik lainnya yang dialami oleh seorang yang menderita penyakit lupus adalah mengalami sariawan. Namun sariawan yang dialami oleh penderita biasanya tidak terasa sakit. Sariawan ini biasanya terletak dilangit-langit lidah, dipinggir lidah atau bahkan bisa juga dialami dalam hidung

  1. Terjadi Peradangan Pada Jantung Dan Paru-Paru

Meskipun peradangan dialami oleh penderita penyakit lupus pada jantung dan juga paru-paru namun biasanya tidak mempengaruhi kinerja pada organ-organ tersebut.

  1. Tidak Normalnya Air Seni

Ketika seseorang menderita sakit lupus biasanya kinerja ginjal tidak terlalu baik yang pada akhirnya ginjal tidak sempurna ketika menyaring protein yang dihasilkan tubuh sehingga beberapa unsur seperti protein dan juga sel darah hilang.

  1. Gangguan Mental

Perasaan cemas dan juga depresi adalah salah satu gejala lupus yang dirasakan pada seseorang yang menderita sakit lupus. Meskipun gangguan mental ini bukan merupakan hal yang begitu parah.

  1. Kurang Darah Atau Animea

Biasanya pada seseorang yang menderita penyakit lupus akan semakin memburuk apalagi pada wanita jika wanita itu sedang mengalami mentruasi maka akan semakin memperburuk keadaan penderita tersebut. Pada seseorang yang menderita lupus hemolytic animea merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut gejala kurng darah tersebut.

  1. Susunan Saraf

Gangguan otak, saraf dan kejiwaan didapati pada 15% penderita lupus. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.

  1. Paru-paru

Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia). Ini juga merupakan salah satu gejala lupus eritematosus.

  1. Mata

Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.

  1. Kulit DNA Rambut

Keterlibatan kulit terjadi 90% pada penderita lupus. Ini merupakan gejala lupus eritematosus. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.

Penderita lupus yang mengalami gejala Lupus Eritematosus Sistemik pada gangguan ginjal harus menghindari makanan dengan kadar protein yang tinggi, karena akan memperberat gangguan fungsi ginjal penderita lupus. Jika menggunakan steroid, yang dapat menyebabkan paningkatan berat badan, maka perlu pengurangan kalori.

Pada penderita lupus yang sedang menggunakan steroid juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, yang berguna untuk menghindari terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), baik akibat penggunaan steroid, maupun akibat penyakit lupusnya sendiri. Oleh karena penderita lupus tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari, maka disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D.

Mencegah Dan Mengatasi Lupus Eritematosus Sistemik

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi lupus eritematosus sistemik:

  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat memperburuk efek lupus pada jantung dan pembuluh darah Anda
  • Makan makanan yang sehat. Diet sehat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Kadang-kadang Anda harus membatasi makanan Anda, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal atau masalah pencernaan
  • Berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu Anda pulih dari bintil merah, mengurangi risiko serangan jantung, membantu melawan depresi dan mempromosikan kesejahteraan umum
  • Hindarilah paparan sinar matahari. Karena sinar ultraviolet dapat memicu bintil merah, mengenakan pakaian pelindung (seperti topi, baju lengan panjang dan celana panjang) dan menggunakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 55 setiap kali Anda pergi ke luar
  • Istirahatlah yang cukup. Orang dengan lupus sering mengalami kelelahan berkepanjangan yang berbeda dari kelelahan normal dan belum tentu hilang dengan istirahat. Untuk itu, akan sulit untuk mengetahui apakah Anda perlu untuk beristirahat atau tidak. Perbanyak istirahat di malam hari dan lakukan tidur siang atau istirahat pada siang hari jika diperlukan
  • Ikuti saran dokter

Bagi penderita lupus ada baiknya jika mengurangi pekerjaan yang berat, menghindari stres dan menghindari penggunaan obat yang mampu meningkatkan terjadinya penyakit lupus. Penyakit lupus membuat tubuh bertindak berlebihan dalam menanggapi rangsangan asing pada tubuh sehingga membuat banyak antibodi melawan jaringan pada tubuh si penderita sendiri. Mengingat penyebab penyakit lupus yang masih belum diketahui sekaligus pengobatannya secara spesifik, namun hingga kini ada banyak sekali penderita lupus yang mampu bertahan hidup dengan menjalani gaya hidup sehat yang disarankan oleh dokter. Gejala Lupus Eritematosus

Gejala Lupus Eritematosus

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Lupus Menular Atau Tidak ?

Lupus Menular Atau Tidak ?

Lupus Menular Atau Tidak ? Lupus adalah penyakit autoimun, yakni penyakit menyerang sistem kekebalan sampai rusak, lalu berbalik menyerang tubuh sendiri. Normalnya sistem kekebalan akan melindungi tubuh dari sera ngan virus, bakteri, dan benda berbahaya lain. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh ini justru menyerang balik si empunya karena kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara zat asing yang berbahaya bagi tubuh dan sel tubuh sendiri.

Sistem kekebalan tubuh sudah tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Ibarat ditembak pistol yang kita pegang sendiri. Parahnya, penyakit ini sulit terdeteksi. Banyak pasien yang bolak balik ke dokter karena penyakit tak kunjung sembuh. Bertahun-tahun kemudian baru terdiagnosis ia mengidap lupus.

Jadi penyakit ini tidak bisa dideteksi pada saat pertama kali pasien ke dokter. Dokter butuh rekam medis cukup panjang, wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, termasuk melakukan berbagai tes laboratorium sebelum memastikan penyakit lupus.

Hal lain yang mempersulit diagnosis lupus adalah gejala yang tidak khas, mirip penyakit lain, tergantung bagian tubuh yang diserang. Anehnya, tidak ada kasus lupus yang serupa. Itu karena bagian tubuh yang diserang berbeda. Kalaupun sama, gejala bisa lain. Tambah lagi, gejala berkembang perlahan. Bisa sementara atau permanen.

Lupus Menular Atau Tidak ?

Lupus Menular Atau Tidak ?

Gejala pada sebagian orang dengan lupus (odapus) bisa ringan, dan pada odapus lain sangat berat hingga membahayakan nyawa. Itu sebabnya lupus dikenal juga sebagai penyakit seribu wajah atau si peniru ulung. Gejala yang sering dijumpai pada odapus adalah sakit pada sendi, sendi bengkak, lelah berkepanjangan, ruam kulit yang tidak kunjung hilang, sensitif pada sinar matahari, jari jadi putih atau biru ketika kedinginan, sariawan tak kunjung sembuh, dan kadar trombosit rendah. Jika perempuan usia produktif menderita sakit tidak kunjung sembuh meski sudah bolak balik ke dokter, patut dicurigai lupus.

Jenis-jenis Lupus

Penyakit lupus terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:

  • Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

  • Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE)

Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).

  • Lupus akibat penggunaan obat

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).

  • Lupus Eritematosus Neonatal

Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

Lupus Menular Atau Tidak ?

Penyakit lupus tidak menular, karena lupus bukan penyakit menular tapi lupus itu penyakit autoimun yaitu antibodi tubuh menyerang tubuh sendiri, lupus juga bukan penyakit keturunan yang bisa diturunkan dari orangtua ke anak walaupun menyakit ini memang genetik memang mempengaruhi kerentanan seseorang untuk terkena lupus namun bukan dalam hubungan kekerabatan antara orangtua dan anak. Pengaruh genetik lebih terkait dengan epidemologi, misalnya orang Asia diketahui 2 kali lebih rentan kena lupus dibanding orang Eropa.

Sakit lupus dapat disebabkan oleh faktor genetik, kelainan hormon (terutama hormone estrogen yang menjadi alasan mengapa ada lebih banyak perempuan yang terjangkit penyakit ini), alergi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, stress, lingkungan yang kotor, dan infeksi bakteri atau virus.

Pencegahan

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit lupus :

  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat memperburuk efek lupus pada jantung dan pembuluh darah Anda.
  • Makan makanan yang sehat. Diet sehat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Kadang-kadang Anda harus membatasi makanan Anda, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal atau masalah pencernaan.
  • Berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu Anda pulih dari bintil merah, mengurangi risiko serangan jantung, membantu melawan depresi dan mempromosikan kesejahteraan umum.
  • Hindarilah paparan sinar matahari. Karena sinar ultraviolet dapat memicu bintil merah, mengenakan pakaian pelindung (seperti topi, baju lengan panjang dan celana panjang) dan menggunakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 55 setiap kali Anda pergi ke luar.
  • Istirahatlah yang cukup. Orang dengan lupus sering mengalami kelelahan berkepanjangan yang berbeda dari kelelahan normal dan belum tentu hilang dengan istirahat. Untuk itu, akan sulit untuk mengetahui apakah Anda perlu untuk beristirahat atau tidak. Perbanyak istirahat di malam hari dan lakukan tidur siang atau istirahat pada siang hari jika diperlukan.
  • Ikuti saran dokter.

Penderita penyakit lupus atau odapus harus bertarung seumur hidup. Odapus harus mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Hal ini dikarenakan jangka waktu yang lama dalam pemulihan. Bahkan bahaya yang dapat dihadapi oleh odapus adalah kehilangan motivasi untuk sembuh sehingga peranan keluarga sangat membantu dalam penyembuhan penyakit lupus. Lupus Menular atau Tidak ?

 

Lupus Menular Atau Tidak ?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Kronis

Penyakit Lupus Kronis

 

Penyakit Lupus Kronis – Penyakit Lupus adalah salah satu bentuk penyakit autoimun, artinya sistem kekabalan tubuh (imun) malah menyerang sel-sel, jaringan dan organ sehat tubuh itu sendiri yang terjadi terus menerus sehingga menimbulkan peradangan kronis. Dengan kata lain Penyakit lupus diartikan sebagai penyakit peradangan kronis autoimun.

Penyakit lupus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Hal itu bisa terjadi kemungkinan sebagai hasil dari kombinasi genetika dan lingkungan. Karena telah diketahui bahwa orang-orang dengan kecenderungan lupus (diwariskan) dapat mengembangkan penyakit lupus ini ketika mereka kontak dengan sesuatu dalam lingkungan yang dapat memicu gejala penyakit lupus. Walau demikian, secara pasti Penyebab penyakit lupus belum diketahui. Namun telah diketahui beberapa pemicu potensial, diantaranya:

  • Sinar matahari.

Paparan sinar matahari bisa menjadi penyebab penyakit lupus karena pada orang-orang yang rentan dapat menimbulkan lesi pada kulit yang merupakan gejala penyakit lupus atau memicu respons interna.

  • Obat-obatan.

Lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah dan antibiotik. Orang yang gejala lupus nya timbul ketika minum obat biasanya gejala penyakit lupus tersebut akan hilang ketika mereka berhenti minum obat.

Penyakit Lupus Kronis

Penyakit Lupus Kronis

Pendeteksian penyakit lupus cukup sulit dilakukan karena gejalanya yang cukup beragam. Tidak heran jika dokter menjadi sulit mendiagnosanya. Lupus umumnya ditandai dengan adanya rasa nyeri pada otot serta sendi. Selain itu, terdapat gejala lain seperti  terjadinya demam dan kondisi tubuh yang melemah. Dengan gejala yang demikian, tidak heran jika lupus kemudian disalahartikan sebagai penyakit flu. Gejala penyakit lupus ini dapat datang secara perlahan lalu berkembang atau bisa pula datang secara tiba-tiba. Gejala yang terjadi bisa bersifat sementara lalu kemudian menghilang atau dapat pula bersifat permanen.

Berikut ini ciri ciri penyakit lupus kronis yang dapat dirasakan antara lain adalah:

  1. Kerusakan organ ginjal

Penyakit Lupus Kronis – Bisa dipastikan hampir seluruh pasien pengidap lupus mengalami penyakit ginjal. Jika tingkat kerusakannya telah memasuki fase yang berat maka disarankan untuk melakukan pengobatan munosupresif. Pada stadium awal penyakit lupus, ditandai dengan adanya protein pada urin. Hal ini menjadi alasan bagi anda untuk secara berkala memeriksa urin. Tidak hanya untuk  mendeteksi penyakit lupus, pemeriksaan urin juga dapat digunakan untuk mendeteksi jenis penyakit yang lain.

  1. Sesak napas

Penyebab dada sesak nafas yang umumnya dirasakan oleh penderita penyakit lupus biasanya karena adanya infeksi pada paru-paru (pneumonia) serta akibat adanya cairan pada selaput paru-paru.

  1. Gangguan pada mata

Gangguan pada mata jarang didapati pada jenis penyakit ini. Namun terjadinya gangguan pada mata terutama  pada retina mata umumnya terjadi karena penggunaan obat anti malaria yaitu Chloroquine. Jika dalam masa pengobatan menggunakan jenis obat ini atau obat yang sejenis dengan ini ada baiknya jika anda melakukan kontrol secara rutin ke dokter ahli mata. Dokter mata akan memberi solusi untuk mencegah sakit mata akibat penggunaan obat-obatan tersebut.

  1. Terjadinya anemia

Penyakit Lupus Kronis – Anemia atau kekurangan darah merah merupakan gejala yang banyak dialami oleh penderita penyakit lupus. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah trombosit serta ekosit lebih rendah dibandingkan dengan jumlah trombosit serta ekosit pada umumnya. Terjadinya gejala ini, juga dapat memicu terjadinya pendarahan dan mudah terjadinya infeksi. Anemia membuat pasiennya mudah merasa kecapean saat sedang beraktivitas serta kepala sering pusing. Selain anemia, gejala penyakit lupus bisa juga menyebabkan seseorang mengalami  pembekuan darah.

  1. Rasa sakit pada area sendi

Rasa sakit yang dialami oleh penderita lupus biasa terjadi pada lutut, tangan serta pergelangan tangan. Gejala ini juga disertai dengan rasa lemas dan nyeri pada otot. Bukan hanya rasa nyeri, namun penderita lupus terkadang juga mengalami pembengkakan pada area kaki atau bahkan pada sekitar mata.

  1. Gangguan pada kulit dan rambut

Penyakit Lupus Kronis – Hampir bisa dipastikan jika 90% penderita penyakit lupus memiliki gangguan pada kulit mereka. Paparan dari bahaya sinar matahari, terkadang dapat menjadi penyebab timbulnya warna kemerahan pada bagian wajah. Selain itu, terdapat lesi diskoid pada kulit tubuh. Gangguan  lainnya adalah rambut yang mudah rontok terutama pada bagian dahi. Lesi pada kulit dan gangguan pada rambut dapat diatasi dengan melakukan pengobatan.

  1. Gangguan pada susunan syaraf

Penyakit lupus banyak membuat penderitanya mudah merasa gelisah dan depresi. Selain itu, terdapat pula gangguan pada syaraf yang membuat pasien kejang- kejang hingga stroke. Gangguan saraf dan kejiwaan bisa ditemukan hampir 15% pada penderita lupus.

  1. Demam

Demam pada penyakit lupus umumnya tidak diketahui penyebabnya sehingga terkadang disalahartikan sebagai demam biasa. Berikut ini merupakan presentasi gejala yang seringkali dialami oleh penderita lupus:

  • Nyeri pada bagian sendi 95%
  • Bengkak pada sendir 90%
  • Anemia 71%
  • Kejang 15%
  • Kerusakan pada ginjal 50%
  • Bercak merah pada kulit 74%
  • Badan menjadi lemah 81%
  • Kerontokan rambut 27%
  • Gangguan pembekuan darah 20%
  • Nyeri saat bernapas 45%
  • Bercak pada wajah 42%
  • Fotosensitif 30%
  • Sariawan 12%

Selain itu, terdapat pula gejala lain seperti napas pendek-pendek, warna jari kaki maupun tangan yang bewarna biru ataupun pucat. Pemeriksaan menggunakan MEX – SLEDAI merupakan cara untuk mengetahui sejauh mana penyakit tersebut menjangkiti seseorang. Segera lakukan pemeriksaan jika anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Pemeriksaan lebih awal tentu akan lebih baik untuk membantu anda dalam penanganan lupus sedari awal. Penyakit Lupus Kronis

Penyakit Lupus Kronis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami

Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami

 

Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami – Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengidap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. Sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:

  • Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  • Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  • Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  • Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  • Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

Penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami

Beberapa tanaman obat penyakit lupus dipercaya beberapa daerah mampu mengurangi gejala, bahkan ada yang menyatakan sembuh. Berikut jenis tanaman yang bisa digunakan untuk Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami, antara lain :

  1. Kunyit

Kunyit ternyata tidak hanya berkhasiat untuk mengatasi penyakit seperti batuk atau panas, tetapi juga sangat bermanfaat untuk pengobatan penyakit lupus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat herbal lupus ini memiliki kandungan anti-inflamatory yang dapat mengatasi ruam-ruam pada kulit.

  1. Green Tea

Green tea mengandung polyphenol yang akan amat berkhasiat untuk mengatasi ruam-ruam kemerahan yang muncul karena lupus. Sebagian penelitian sudah membuktikan bahwa green tea merupakan salah satu pengobatan penyakit lupus secara alami yang dapat diaplikasikan sebagai anti inflamatory (penghilang ruam-ruam kemerahan) pada kulit.

  1. Daun songgolangit

Daun songgolangit berhkasiat sebagai analgesik dan juga sebagai obat anti inflamasi. Bagian tanaman ini yang dimanfaatkan sebagai obat lupus adalah daunnya, dengan cara di rebus dan air rebusannya di minum. Rasanya seperti teh tawar, untuk yang kurang suka bisa ditambahkan gula atau madu supaya rasanya lebih enak.

  1. Ketela rambat

Ketela rambat ini banyak mengandung vitamin, mineral, fitokimia(antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa). Ketela rambat bermanfaat untuk kekebalan tubuh karena sangat kaya akan beta karoten, antioksidan utama, serta bermacam nutrisi lain seperti vitamin C, vitamin B kompleks, zat besi dan fosfor.

Hal ini menjadikan ubi jalar sebagai penguat imun yang hebat. Ketela rambat juga bermanfaat untuk mengatasi peradangan, karena mengandung antiperadangan, didukung dengan adanya betakaroten, vitamin C dan magnesium, maka ubi jalar sangat bermanfaat dalam mengatasi peradangan bagus internal maupun eksternal.

  1. Daun belimbing wuluh

Belimbing wuluh terkadang di anggap sebagai tanaman pekarangan saja, padahal tanaman ini mempunyai banyak khasiat untuk mengatasi berjenis-jenis penyakit. Bagian yang umum digunakan, yaitu buah, batang, daun dan bunganya. Keempat bagian tersebut banyak mengandung senyawa yang berkhasiat, diantaranya saponin, tannin, glukosida hingga kalsium.

  1. Semanggi Merah (Trifolium Pratense)

Red clover, atau dikenal sebagai semanggi merah, juga digunakan dalam pengobatan tradisional di India. Manfaatnya sebagai tanaman obat penyakit lupus berguna untuk agen deobstruent, antispasmodic, ekspektoran, obat penenang, anti-inflamasi dan antidermatosis. Bagian yang digunakan untuk ekstraksi adalah daun, pucuk tanaman dan bunga. Dalam pengobatan alternatif, semanggi merah dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit manusia, setidaknya mengurangi gejala lupus.

  1. Teh Daun Pegagan (Centella Asiatica)

Ramuan teh daun pegagan dianggap sangat membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan penyakit lupus. Bermanfaat sebagai adaptogen, detox, tonik darah, dan pelemas sistem saraf pusat. Adaptogen dari ramuan ini akan membantu penderita lupus mengatasi dan meminimalkan stres.

  1. Jahe

Jahe dapat mengatasi gejala rematik pada penderita lupus. Bagian tersebut disebabkan sifat antioksidan dan anti inflamasi-nya yang kuat sehingga dapat mengurangi bengkak dan nyeri sendi.

  1. Tanaman Boswellia Serrata

Tanaman boswellia merupakan bahan utama penghasil kemenyan tradisional. Senyawa yang terkandung didalamnya berfungsi sebagai antiinflamasi yang kuat. Mampu mengurangi produksi Leukotrien tubuh yang meningkatkan peradangan.

Itulah 9 Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi gejala lupus. Semoga bermanfaat ^^

Pengobatan Penyakit Lupus Secara Alami

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

 

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan – Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang bersifat akut kronis yang disebabkan adanya kelebihan aktivitas sistem imunitas dan sistem itu menyerang tubuh sendiri. Lupus dapat menyerang beberapa jaringan dan organ tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan kematian. Penyebab lupus saat ini belum diketahui dengan pasti. Faktor lingkungan dan genetik memiliki peranan penting dalam timbulnya penyakit itu. Faktor lingkungan yang berpengaruh antara lain infeksi, antibiotik khususnya golongan sulva dan penicillin, sinar ultraviolet, stres berat, beberapa jenis obat-obatan, dan hormon.

Gejala lupus antara lain nyeri sendi, pembengkakan sendi, demam lebih dari 38 derajat Celcius, kelelahan berlebihan, anemia, kelainan ginjal, nyeri dada saat bernapas, sensitif sinar matahari, rambut rontok, kelainan pembekuan darah, dan perubahan jari menjadi putih kebiruan saat dingin. Akibat dari penyakit itu tidak hanya dialami oleh penderita, tetapi juga mempengaruhi keluarga, teman, dan rekan kerja. Namun demikian, penyakit itu kurang diakui sebagai masalah kesehatan global oleh masyarakat, tenaga kesehatan profesional, dan pemerintah, sehingga perlu mendorong kesadaran yang lebih besar tentang lupus.

Secara epidemiologi, 90% penyakit lupus menyerang perempuan serta 10% anak-anak dan laki-laki. Rasio penderita lupus di AS adalah 1:2.000 orang, China 1:1.000 orang, dan keturunan Afro-Karibia 1:500 orang. Angka harapan hidup 5 tahun untuk penderita lupus berkisar 75%-98%. Angka harapan hidup itu meningkat seiring dengan semakin baiknya terapi pada penderita lupus. Saat ini, ada sekitar 5 juta pasien lupus di seluruh dunia dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 pasien baru, baik usia anak, dewasa, laki-laki, dan perempuan. Bangsa Asia dan Afrika lebih rentan terkena penyakit in dibandingkan dengan kulit putih. Data di Amerika menunjukkan angka kejadian penyakit Lupus Ras Asia lebih tinggi dibandingkan Ras Kaukasia.

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Di Indonesia jumlah penderita Lupus yang tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi bila kita melakukan pendataan lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan lebih besar dari Amerika (1.500.000 orang).Di Jawa Barat jumlah penderita lupus terdata mencapai 700 orang. Setiap bulan misalnya di RSHS selalu ada 10 pasien lupus baru. Lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena menyerang semua sistem organ dan gejalanya bervariasi. Penyakit lupus dapat diderita siapa saja tanpa kecuali. Namun wanita lebih beresiko 6 hingga 10 kali dibandingkan pria, terutama pada usia 15 hingga 50 tahun. Karenanya, lupus seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, contohnya saja keguguran (jika seorang wanita sedang hamil terkena penyakit lupus), gangguan perkembangan janin, atau dapat menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan.

Lupus eritematosus sistemik pada kehamilan sangat berhubungan dengan tingkat kesakitan dan kematian ibu serta janin. Resiko kematian ibu hamil yang menderita SLE memiliki dampak 20 kali lebih tinggi karena komplikasi yang disebabkan oleh preeklamsi, trombosis, infeksi dan kelainan darah (Varghese, Crocker, Bruce & Tower, 2011). Diperkirakan penderita SLE mencapai 5 juta orang diseluruh dunia. Prevalensi SLE di India sangat kecil ditemukan 3 kasus per 100.000 populasi yang dilaporkan. Kejadian SLE di UK dilaporkan 49,6 kasus per 100.000 populasi.

Penyakit SLE menyerang hampir pada 90% wanita yang terjadi pada rentang usia reproduksi antara usia 15-40 tahun dengan rasio wanita dan laki-laki adalah 5 : 1 (Kusuma, 2007). Penyakit SLE yang kebanyakan terjadi pada wanita di usia reproduksi seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama pada masa kehamilan yang dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. Dilaporkan wanita hamil yang menderita SLE memiliki komplikasi yang buruk terhadap kondisi ibu dan janin. Oleh karena itu penyakit SLE sangat beresiko tinggi pada kehamilan.

Pengaruh Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan dan Janin

Penyakit lupus bukan penyakit keturunan sehingga meskipun ibu menderita lupus anak masih memiliki kemungkinan terhindar dari penyakit lupus. Selama kehamilan untuk menjaga janin tetap sehat diperlukan pemeriksaan yang rutin. Pemeriksaan dilakukan dari dengan dokter penyakit dalam dan dokter kandungan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dan juga dapat menangani kondisi kehamilan. Pemeriksaan yang rutin akan melihat perkembangan janin dan juga memperhatikan obat-obatan yang tidak memiliki pengaruh buruk pada janin.

Pada saat hamil pemeriksaan yang dilakukan dokter akan memeriksa detak jantung bayi dan juga memperhatikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil yang menderita lupus akan mengalami kehamilan yang aman apabila mendapatkan penanganan hingga terhindar dari keguguran,prematur, atau janin lahir mati. Bahkan dapat memperkecil bayi lahir mengalami lupus neonatal ruam yang umumnya akan hilang pada usia bayi 3-6 bulan.

Pengobatan Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Untuk mengobati dan mencegah Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Lupus Ampuh S-LutenaS.Lutena ini aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena terbuat dari bahan alami. S.Lutena mengandung 6 unsur karotenoid yang dapat menunjang kesehatan Anda secara menyeluruh dengan proses penyembuhan serta regenerasi sel sel dalam tubuh. Super Lutein tidak hanya akan berperan sebagai suplemen kesehatan yang dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dan dalam jangka waktu yang lama, namun dapat mencukupi asupan gizi standar yang memungkinkan seseorang tercegah dari berbagai macam penyakit.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus Pada Remaja

Penyakit Lupus Pada Remaja

 

Penyakit Lupus Pada Remaja – Lupus merupakan penyakit seribu wajah. Mengapa demikian? Itu disebabkan karena gejala lupus berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga sangatlah sulit untuk menentukan gejala pasti penyakit tersebut. Penyakit ini hampir banyak ditemui kasusnya pada perempuan. Itulah mengapa Anda harus paham dengan satu penyakit mematikan dan sama ganasnya dengan kanker ini.

Nama penyakit ini yaitu Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) dan penderitanya disebut dengan odapus. Ciri umum dari lupus adalah munculnya ruam merah pada wajah, namun berbeda-beda secara gejala klinisnya. Bahkan menyerupai gejala penyakit lain sehingga akan mengalami kesulitan saat mendiagnosa penyakit tersebut.

Penyakit Lupus Pada Remaja

Penyakit Lupus Pada Remaja

Berdasarkan langsiran dari laman fk.unair.ac.id, konsultan Rematik RSUD Dr.Soetomo-FK Unair dr. Yuliasih, Sp.PD-KR menjelaskan, lupus merupakan jenis penyakit otoimun sistemik yang diartikan sebagai perlawanan sistem imunitas dengan menyerang sel tubuh sendiri. Lupus disebabkan oleh faktor genetik. Selain itu pengaruh sinar UV memicu terjadinya kekacauan gen, merangsang sel tubuh melakukan aktifasi dan pembentukan otoantibodi yang diduga merusak sel tubuh hormonal sehingga menyebabkan lupus.

Penyakit lupus termasuk penyakit yang kronis, terjadinya inflamasi pada tubuh yang mengalami kelainan sehingga tidak lagi memproteksi tubuh melainkan menyerang balik. Penyakit ini bisa terjadi sejak dini atau pada saat remaja.

Penyakit lupus pada remaja bisa menyerang bagian manapun, tetapi ada bagian tubuh yang paling sering diserang oleh sistem kekebalan tubuh seperti, kulit, sel darah, sendi, jantung, dan juga pada paru-paru.

Gejala Penyakit  Lupus Pada Remaja

Gejala penyakit lupus pada remaja tergantung pada yang organ yang terkena dan biasanya adalah:

  1. Nampak butterfly rash pada bagian wajah

Butterfly rash adalah gejala Lupus Eritematosus Sistemik yang memiliki bentuk layaknya kupu-kupu. Penderita penyakit lupus biasanya memiliki ciri-ciri gejala pada wajah yaitu bintik-bintik berwarna merah yang hampir sama bentuknya dengan kupu-kupu.

  1. Sendi membengkak

Salah satu gejala penyakit lupus pada remaja adalah mengalami sendi yang kaku, ketika hendak diperiksa sendi tersebut akan nampak berwarna merah selain itu juga terjadi pembengkakan.

  1. Sariawan

Namun sariawan yang dialami oleh penderita biasanya tidak terasa sakit. Sariawan ini biasanya terletak dilangit-langit lidah, dipinggir lidah atau bahkan bisa juga dialami dalam hidung,

  1. Terjadi Peradangan Pada Jantung Dan Paru-Paru

Meskipun peradangan dialami oleh penderita penyakit lupus pada jantung dan juga paru-paru namun biasanya tidak mempengaruhi kinerja pada organ-organ tersebut.

  1. Tidak Normalnya Air Seni

Ketika seseorang menderita sakit lupus biasanya kinerja ginjal tidak terlalu baik yang pada akhirnya ginjal tidak sempurna ketika menyaring protein yang dihasilkan tubuh sehingga beberapa unsur seperti protein dan juga sel darah hilang.

  1. Gangguan Mental

Perasaan cemas dan juga depresi adalah salah satu gejala lupus yang dirasakan pada seseorang yang menderita sakit lupus. Meskipun gangguan mental ini bukan merupakan hal yang begitu parah.

  1. Kurang Darah Atau Animea

Biasanya pada seseorang yang menderita penyakit lupus akan semakin memburuk apalagi pada wanita jika wanita itu sedang mengalami mentruasi maka akan semakin memperburuk keadaan penderita tersebut. Pada seseorang yang menderita lupus hemolytic animea merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut gejala kurng darah tersebut.

  1. Susunan Saraf

Gangguan otak, saraf dan kejiwaan didapati pada 15% penderita lupus. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.

  1. Paru-paru

Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia)

  1. Mata

Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.

  1. Kulit DNA Rambut

Keterlibatan kulit terjadi 90% pada penderita lupus. Ini merupakan gejala lupus sistemik. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.

Penderita lupus yang mengalami gejala Lupus Eritematosus Sistemik pada gangguan ginjal harus menghindari makanan dengan kadar protein yang tinggi, karena akan memperberat gangguan fungsi ginjal penderita lupus. Jika menggunakan steroid, yang dapat menyebabkan paningkatan berat badan, maka perlu pengurangan kalori.

Pada penderita lupus yang sedang menggunakan steroid juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, yang berguna untuk menghindari terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), baik akibat penggunaan steroid, maupun akibat penyakit lupusnya sendiri. Oleh karena penderita lupus tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari, maka disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D.

Untuk  mencegah penyakit lupus pada remaja, Anda bisa mengkonsumsi suplemen S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Lupus Ampuh S-LutenaS-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Penyakit Lupus Pada Remaja

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

 

Lupus Nefritis adalah peradangan pada ginjal yang terjadi akibat pengaruh penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) atau lebih dikenal dengan nama lupus. Lupus adalah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan yang sehat.

Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Lupus nefritis merupakan salah satu komplikasi paling serius dari penyakit lupus. Diperkirakan sekitar 60 persen pengidap lupus mengalami lupus nefritis. Kondisi ini akan mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring zat-zat buangan dalam tubuh. Akibatnya, darah dan protein akan gagal tersaring di ginjal dan dapat muncul dalam urine. Gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal, mereka harus menjalani proses cuci darah atau hemodialisis secara berkala. Prosedur ini dilakukan dengan mesin penyaringan. Seseorang yang mengalami lupus nefritis terkadang perlu melakukan transplantasi ginjal jika kondisinya sangat parah.

Gejala

Penyakit lupus nefritis memiliki gejala yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Gejala Radang Ginjal gangguan pada ginjal lainnya. Beberapa gejala yang kerap kali terjadi antara lain:

  • Darah pada urine atau kencing berdarah
  • Urine berbuih atau berbusa
  • Urine menjadi keruh atau memiliki warna yang lebih gelap dari urine normal
  • Rasa ingin buang air kecil yang meningkat di malam hari
  • Risiko berat badan bertambah
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya pembengkakan di bagian kaki karena penumpukan cairan

Kaslifikasi penyakit lupus nefritis dibedakan ke dalam kelas 1 hingga kelas 6. Klasifikasi tersebut berdasarkan Prhimpunan Nefrologi Internasional dan Perhimpunan Patologi Ginjal di tahun 2003 lalu.

Penyebab

Nefritis lupus terjadi karena daya tahan tubuh yang menyerang sel dan jaringan di ginjal. Ginjal adalah salah satu organ yang terserang pada SLE. Endapan kompleks imun akan mengendap pada gloemrulus dan menyebabkan peradangan pada glomerulus ginjal.

Sedangkan, penyebab dari SLE itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini diduga melibatkan interaksi yang kompleks dan multifaktorial antara variasi genetik dan faktor lingkungan. Terdapat banyak bukti bahwa patogenesis SLE bersifat multifaktoral seperti faktor genetik, faktor lingkungan, dan faktor hormonal terhadap respons imun.

Bagaimana cara untuk mendiagnosis Lupus Nefritis ?

Untuk mendiagnosis lupus nefritis, dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala yang dialami pasien. Dokter juga mungkin melakukan serangkaian tes yang meliputi:

  • Tes darah. Tes ini akan membantu dokter dalam melihat kandungan zar-zat sisa dalam darah, contohnya kreatinin dan urea dalam darah. Dalam kondisi normal, seharusnya zat-zat ini tidak muncul karena telah disaring oleh ginjal.
  • Pemeriksaan urine. Pemeriksaan urine bertujuan untuk mengukur fungsi ginjal. Pemeriksaan ini akan mengidentifikasi kadar protein, sel darah merah, dan sel darah putih.
  • Pemeriksaan urine 24 jam. Metode ini dilakukan untuk mengukur kemampuan ginjal dalam menyaring zat-zat sisa dalam tubuh. Pemeriksaan ini akan menunjukkan seberapa banyak kandungan protein yang muncul di urine dalam 24 jam.
  • Ultrasound. Pemeriksaan ultrasound dilakukan dengan menggunakan gelombang untuk menampilkan kondisi ginjal secara detail. Dari pemeriksaan ini, dokter akan bisa melihat adanya kelainan pada bentuk dan ukuran ginjal.
  • Biopsi ginjal. Biopsi adalah pemeriksaan yang paling akurat untuk mendiagnosis gangguan pada ginjal. Dokter akan memasukkan jarum ke dalam ginjal melalui perut, mengambil sampel jaringan ginjal, lalu
  • Iothalamate clearance. Zat radioaktif bernama iothalamate akan disuntikkan ke dalam darah, lalu dokter akan melihat secepat apa zat tersebut masuk ke dalam urine. Tes ini akan menunjukkan apakah ginjal masih bergungsi dengan baik.

Pencegahan Lupus Nefritis

Menerapkan pola hidup sehat bisa melindungi diri dari gangguan ginjal, termasuk lupus nefritis. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengonsumsi banyak air mineral.
  • Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Menjaga tekanan darah agar tetap normal.
  • Membatasi kadar kolesterol dalam darah.
  • Mengurangi makanan yang mengandung banyak garam.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang bisa memengaruhi ginjal, salah satunya adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).

Obat Lupus

Untuk  mencegah lupus nefritis, Anda bisa mengkonsumsi suplemen S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Lupus Nefritis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Lupus dan Kehamilan

Lupus dan Kehamilan

 

Lupus dan Kehamilan – Sekarang ini seluruh dunia sedang waspada dengan salah satu jenis penyakit berbahaya yaitu penyakit lupus. Pasalnya penyakit ini dapat menjangkit setiap usia bahkan tidak mengenal jenis kelamin termasuk pula pada wanita yang sedang hamil atau tidak.

Lupus dan Kehamilan

Lupus dan Kehamilan

Dalam fase kehamilan tidak sedikit Ibu hamil yang merasa khawatir dengan gangguan dan keluhan yang ia rasakan karena perubahan tubuh selama kehamilan, apalagi bagi mereka yang mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Nah, seperti yang saya sebutkan di atas jika Ibu hamil bisa terjangkit penyakit lupus, baik itu dalam fase kehamilannya ataupun sebelum kehamilan. Apakah penyakit lupus bagi Ibu hamil berbahaya?

Sebelum menjelaskan lebih dalam mengenai bahaya penyakit lupus maka sebaiknya kita mengenali dengan baik penyakit lupus itu sendiri, apa sih penyakit lupus itu? Penyakit lups merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dimana sel-sel pertahanan yang ada di dalam tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit, virus, bakteri atau kuman justru menyerang tubuh pemiliknya. Penyakit lupus disebut sebagai salah satu penyakit paling mematikan karena penyakit ini justru menyerang jaringan tubuh ataupun organ-organ di dalam tubuh seperti sel darah, jantung, kulit, persendian bahkan hingga paru-paru.

Seperti apa gejala penyakit lupus saat menjangkit seseorang? Para pakar menyebut jika gejala penyakit lupus umumnya cukup sulit dideteksi, pasalnya gejalanya hampir sama dengan penyakit lain. Tidak hanya itu gejala penyakit lupus juga terbilang cukup beragam ada yang menunjukkan gejala yang berat tapi ada juga yang nyaris tidak terlihat gejalanya seperti rasa lelah, munculnya ruam pada kulit atau pembengkakan pada persendian kaki.

Penyakit lupus merupakan penyakit yang sangat dikhawatirkan oleh para pakar kesehatan, khususnya pada penyakit lupus yang berbentuk sistemik, karena penyakit ini menyerang organ-organ tubuh yang vital seperti hati, ginjal dan jantung. Parahnya menurut sejumlah pakar kesehatan penyakit lupus sendiri jauh lebih banyak diderita oleh para wanita dengan perbandingan 9 banding 1 dengan pria.

Lalu bagaimana bila Anda menderita Lupus di saat hamil?

Bila Anda menderita lupus saat hamil, beberapa risiko yang perlu Anda ketahui adalah:

  1. Risiko keguguran

Wanita dengan penyakit ini berisiko tinggi mengalami keguguran atau bayi meninggal saat masih di dalam rahim. Pada populasi wanita sehat, persentase keguguran adalah 10-20%, sedangkan pada wanita yang menderita lupus, presentasenya adalah 25%.

  1. Risiko bayi prematur

Sebanyak 25% wanita penderita lupus melahirkan bayi prematur. Hal ini disebabkan oleh pengobatan yang dilakukan untuk memerangi penyakit tersebut.

  1. Perkembangan janin yang tidak baik

Sebanyak 15% wanita hamil yang menderita lupus melahirkan bayi dengan kondisi intrauterine growth restriction (IUGR), yaitu bayi yang lebih kecil dari normal. Pertumbuhan janin terhambat karena sebagian wanita penderita lupus memiliki antibodi yang menyebabkan adanya gumpalan darah di plasenta, sehingga jalur makanan untuk janin terganggu.

  1. Preeklamsia

Sebanyak 13% wanita yang menderita lupus saat hamil mengalami preeklamsia, yaitu kondisi di mana tekanan darah menjadi tinggi dan terdapat protein di dalam urine. Sedangkan pada populasi wanita sehat, presentase terjadinya preeklamsia adalah 3- 8%.

  1. Menurun Pada bayi

Sebanyak 5% bayi yang ibunya menderita lupus saat hamil, juga mengidap lupus. Dalam hal ini lupus diturunkan secara genetik dari sang ibu.

Apakah anak saya juga akan terkena lupus di masa yang akan datang ?

Hal  lain yang dicemaskan setelah Anda melahirkan anak dengan normal yaitu apakah penyakit ini dapat menurun ke anak. Risiko penyakit lupus diturunkan ke anak mungkin saja ada. Peluang untuk timbulnya penyakit lupus ini memang semakin besar jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami lupus atau penyakit autoimun lainnya. Penelitian menyatakan bahwa memiliki riwayat keluarga yang terkena lupus, meningkatkan risiko penyakit ini hingga 20 kali lipat pada generasi selanjutnya.

Namun kembali lagi, hal ini bukanlah jaminan. Masih banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit lupus. Oleh karena itu, Anda harus lebih peka dan memerhatikan kondisi kesehatan anak. Apabila anak Anda mengalami gejala atau gangguan kesehatan yang ringan sekali pun, sebaiknya langsung bawa ia ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Penyakit lupus dan kehamilan memang berbahaya tapi dengan rutin melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter Anda dapat menekan risiko berbahaya yang ditimbulkan oleh penyakit lupus, dengan begitu Anda bisa tetap menjalani kehamilan Anda dengan sehat dan lancar.

Lupus dan Kehamilan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Lupus Penyakit Keturunan, Benarkah ?

Lupus Penyakit Keturunan, Benarkah ?

 

Lupus Penyakit Keturunan – Lupus adalah suatu kondisi di mana tubuh Anda memproduksi antibodi secara berlebih. Imun antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan penyakit ini, saat dalam jumlah yang berlebih, justru berbalik menyerang tubuh Anda. Antibodi dalam tubuh, tidak bisa membedakan mana sel baik dan mana sel jahat yang harus diserang.

Lupus Penyakit Keturunan

Lupus Penyakit Keturunan

Penyebab penyakit lupus juga bisa berupa interaksi yang kompleks antara gen, hormon, dan faktor lingkungan. Ketika seseorang terkena penyakit lupus dan berkonsultasi ke dokter, maka tak jarang ditanyakan mengenai riwayat masalah autoimun pada anggota keluarga.

Kemungkinan lupus juga berasal dari kombinasi genetika dan li ngkungan Anda. Contoh, jika seseorang memang memiliki keturunan lupus, ditambah ia tinggal di kondisi lingkungan yang buruk, tidak jarang kedua hal tersebut dapat memicu munculnya lupus.

Masih banyak penyebab penyakit lupus dalam banyak kasus tidak diketahui pemicu jelasnya. Beberapa pemicu umum meliputi hal-hal umum di bawah ini:

  • Sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi pada kulit yang bisa memicu lupis akibat organ atau sel dalam tubuh yang rentan.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat anti-kejang, obat tekanan darah, hingga antibiotik, dapat memicu munculnya lupus saat mereka berhenti minum obat.

Beberapa faktor penyebab penyakit lupus :

  1. Faktor genetik

Para peneliti dari John Hopkins Center, pertama kali tertarik oleh faktor penyebab penyakit lupus, dari adanya hubungan antara gen keluarga dengan penderita. Nyatanya, keberadaan penderita lupus dalam sebuah keluarga, dapat meningkatkan kecenderungan penyakit lupus pada anggota keluarga lain. Selain itu, anggota keluarga penderita lupus, ketika melakukan tes medis, cenderung positif hasilnya. Lupus Penyakit Keturunan

Lalu, dengan adanya gen yang memicu berkembangnya suatu penyakit, bukan berarti juga orang tersebut dapat langsung terkena atau dapat mewariskan penyakit lupus. Di lain hal, para peneliti yakin kalau penyebab penyakit lupus ada kaitannya dengan kondisi lingkungan yang buruk. Tapi sayangnya, mereka masih belum bisa menentukan faktor mana yang paling kuat menyebabkan seseorang menderita lupus.

  1. Hormon

Nyatanya, wanita 9 kali lebih berisiko terkena lupus dibandingkan pria. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki, di mana keduanya jelas berbeda. Tubuh wanita menghasilkan dan menggunakan hormon  estrogen yang lebih banyak, sementara tubuh laki-laki bergantung pada hormon yang disebut androgen. Lupus Penyakit Keturunan

Estrogen dikenal sebagai hormon “immuno-enhancing”, yang berarti bahwa wanita memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat daripada pria, mengingat kebutuhan evolusioner bagi wanita untuk bertahan hidup, berperan melahirkan, dan mengasuh anak-anak mereka. Namun akibatnya, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun. Lupus Penyakit Keturunan

  1. Lingkungan

Selain itu, beberapa faktor lingkungan telah dikaitkan menjadi penyebab penyakit lupus. Para peneliti telah menghubungkan antara lupus dan berbagai racun lingkungan, contohnya seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri. Virus herpes zoster (virus yang menyebabkan herpes zoster), dan sitomegalovirus digadang-gadang juga menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus. Lupus Penyakit Keturunan

Apakah lupus penyakit keturunan ?

Lupus bukan disebabkan oleh virus atau bakteri, bukan pula penyakit menular atau menurun. Akan tetapi, keterlibatan genetika hormon dan lingkungan di duga sebagai penyebab kuatnya. Lupus Penyakit Keturunan

Jika lupus merupakan penyakit keturunan, maka seharusnya kembar identik bisa positif di vonis lupus semuanya jika orangtuanya adalah penderita lupus. Namun, dalam sebuah penelitian yang melibatkan 100 pasangan kembar, hanya 30 yang keduanya menderita lupus. Namun ada pula pendapat lain, jika salah satu penyebab lupus adalah faktor keturunan. Lupus Penyakit Keturunan

Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dan kebersihan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar penyakit ini tidak dapat terjadi pada diri Anda dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit ini bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera di tangani. Lupus Penyakit Keturunan

Obat Penyakit LupusUntuk  mencegah lupus, Anda bisa mengkonsumsi suplemen S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Lupus Penyakit Keturunan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment