was successfully added to your cart.

Gejala Lupus Eritematosus

By May 14, 2018 Uncategorized

Gejala Lupus Eritematosus

 

Gejala Lupus Eritematosus – Lupus Eritematosus Sistemik (LES), salah satu jenis penyakit lupus, adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ.

Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

Lupus juga dapat menyebabkan fenomena Raynaud, yang menyebabkan kejang pada pembuluh darah dan rasa sakit serta perubahan warna pada jari-jari, jari kaki, telinga, dan hidung.

Gejala Lupus Eritematosus

Gejala Lupus Eritematosus

Penyebab

Penyebab lupus belum diketahui, tetapi faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya Lupus. Orang yang sering terkena sinar matahari atau tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering memiliki stres lebih berisiko terhadap penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga merupakan bagian dari penyebabnya. Banyak peneliti percaya bahwa hormon estrogen berperan dalam pembentukan penyakit.

Gejala Lupus Eritematosus

Gejala lupus eritematosus tergantung pada yang organ yang terkena dan biasanya adalah:

  1. Nampak butterfly rash pada bagian wajah

Butterfly rash adalah gejala Lupus Eritematosus Sistemik yang memiliki bentuk layaknya kupu-kupu. Penderita penyakit lupus biasanya memiliki ciri-ciri gejala pada wajah yaitu bintik-bintik berwarna merah yang hampir sama bentuknya dengan kupu-kupu.

  1. Sendi membengkak

Salah satu ciri gejala Lupus Eritematosus Sistemik adalah mengalami sendi yang kaku, ketika hendak diperiksa sendi tersebut akan nampak berwarna merah selain itu juga terjadi pembengkakan.

  1. Sariawan

Gejala Lupus Eritematosus Sistemik lainnya yang dialami oleh seorang yang menderita penyakit lupus adalah mengalami sariawan. Namun sariawan yang dialami oleh penderita biasanya tidak terasa sakit. Sariawan ini biasanya terletak dilangit-langit lidah, dipinggir lidah atau bahkan bisa juga dialami dalam hidung

  1. Terjadi Peradangan Pada Jantung Dan Paru-Paru

Meskipun peradangan dialami oleh penderita penyakit lupus pada jantung dan juga paru-paru namun biasanya tidak mempengaruhi kinerja pada organ-organ tersebut.

  1. Tidak Normalnya Air Seni

Ketika seseorang menderita sakit lupus biasanya kinerja ginjal tidak terlalu baik yang pada akhirnya ginjal tidak sempurna ketika menyaring protein yang dihasilkan tubuh sehingga beberapa unsur seperti protein dan juga sel darah hilang.

  1. Gangguan Mental

Perasaan cemas dan juga depresi adalah salah satu gejala lupus yang dirasakan pada seseorang yang menderita sakit lupus. Meskipun gangguan mental ini bukan merupakan hal yang begitu parah.

  1. Kurang Darah Atau Animea

Biasanya pada seseorang yang menderita penyakit lupus akan semakin memburuk apalagi pada wanita jika wanita itu sedang mengalami mentruasi maka akan semakin memperburuk keadaan penderita tersebut. Pada seseorang yang menderita lupus hemolytic animea merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut gejala kurng darah tersebut.

  1. Susunan Saraf

Gangguan otak, saraf dan kejiwaan didapati pada 15% penderita lupus. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.

  1. Paru-paru

Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia). Ini juga merupakan salah satu gejala lupus eritematosus.

  1. Mata

Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.

  1. Kulit DNA Rambut

Keterlibatan kulit terjadi 90% pada penderita lupus. Ini merupakan gejala lupus eritematosus. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.

Penderita lupus yang mengalami gejala Lupus Eritematosus Sistemik pada gangguan ginjal harus menghindari makanan dengan kadar protein yang tinggi, karena akan memperberat gangguan fungsi ginjal penderita lupus. Jika menggunakan steroid, yang dapat menyebabkan paningkatan berat badan, maka perlu pengurangan kalori.

Pada penderita lupus yang sedang menggunakan steroid juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, yang berguna untuk menghindari terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), baik akibat penggunaan steroid, maupun akibat penyakit lupusnya sendiri. Oleh karena penderita lupus tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari, maka disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D.

Mencegah Dan Mengatasi Lupus Eritematosus Sistemik

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi lupus eritematosus sistemik:

  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat memperburuk efek lupus pada jantung dan pembuluh darah Anda
  • Makan makanan yang sehat. Diet sehat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Kadang-kadang Anda harus membatasi makanan Anda, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal atau masalah pencernaan
  • Berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu Anda pulih dari bintil merah, mengurangi risiko serangan jantung, membantu melawan depresi dan mempromosikan kesejahteraan umum
  • Hindarilah paparan sinar matahari. Karena sinar ultraviolet dapat memicu bintil merah, mengenakan pakaian pelindung (seperti topi, baju lengan panjang dan celana panjang) dan menggunakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 55 setiap kali Anda pergi ke luar
  • Istirahatlah yang cukup. Orang dengan lupus sering mengalami kelelahan berkepanjangan yang berbeda dari kelelahan normal dan belum tentu hilang dengan istirahat. Untuk itu, akan sulit untuk mengetahui apakah Anda perlu untuk beristirahat atau tidak. Perbanyak istirahat di malam hari dan lakukan tidur siang atau istirahat pada siang hari jika diperlukan
  • Ikuti saran dokter

Bagi penderita lupus ada baiknya jika mengurangi pekerjaan yang berat, menghindari stres dan menghindari penggunaan obat yang mampu meningkatkan terjadinya penyakit lupus. Penyakit lupus membuat tubuh bertindak berlebihan dalam menanggapi rangsangan asing pada tubuh sehingga membuat banyak antibodi melawan jaringan pada tubuh si penderita sendiri. Mengingat penyebab penyakit lupus yang masih belum diketahui sekaligus pengobatannya secara spesifik, namun hingga kini ada banyak sekali penderita lupus yang mampu bertahan hidup dengan menjalani gaya hidup sehat yang disarankan oleh dokter. Gejala Lupus Eritematosus

Gejala Lupus Eritematosus

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)