was successfully added to your cart.

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

By March 26, 2018 Uncategorized

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

 

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan – Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang bersifat akut kronis yang disebabkan adanya kelebihan aktivitas sistem imunitas dan sistem itu menyerang tubuh sendiri. Lupus dapat menyerang beberapa jaringan dan organ tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan kematian. Penyebab lupus saat ini belum diketahui dengan pasti. Faktor lingkungan dan genetik memiliki peranan penting dalam timbulnya penyakit itu. Faktor lingkungan yang berpengaruh antara lain infeksi, antibiotik khususnya golongan sulva dan penicillin, sinar ultraviolet, stres berat, beberapa jenis obat-obatan, dan hormon.

Gejala lupus antara lain nyeri sendi, pembengkakan sendi, demam lebih dari 38 derajat Celcius, kelelahan berlebihan, anemia, kelainan ginjal, nyeri dada saat bernapas, sensitif sinar matahari, rambut rontok, kelainan pembekuan darah, dan perubahan jari menjadi putih kebiruan saat dingin. Akibat dari penyakit itu tidak hanya dialami oleh penderita, tetapi juga mempengaruhi keluarga, teman, dan rekan kerja. Namun demikian, penyakit itu kurang diakui sebagai masalah kesehatan global oleh masyarakat, tenaga kesehatan profesional, dan pemerintah, sehingga perlu mendorong kesadaran yang lebih besar tentang lupus.

Secara epidemiologi, 90% penyakit lupus menyerang perempuan serta 10% anak-anak dan laki-laki. Rasio penderita lupus di AS adalah 1:2.000 orang, China 1:1.000 orang, dan keturunan Afro-Karibia 1:500 orang. Angka harapan hidup 5 tahun untuk penderita lupus berkisar 75%-98%. Angka harapan hidup itu meningkat seiring dengan semakin baiknya terapi pada penderita lupus. Saat ini, ada sekitar 5 juta pasien lupus di seluruh dunia dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 pasien baru, baik usia anak, dewasa, laki-laki, dan perempuan. Bangsa Asia dan Afrika lebih rentan terkena penyakit in dibandingkan dengan kulit putih. Data di Amerika menunjukkan angka kejadian penyakit Lupus Ras Asia lebih tinggi dibandingkan Ras Kaukasia.

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Di Indonesia jumlah penderita Lupus yang tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi bila kita melakukan pendataan lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan lebih besar dari Amerika (1.500.000 orang).Di Jawa Barat jumlah penderita lupus terdata mencapai 700 orang. Setiap bulan misalnya di RSHS selalu ada 10 pasien lupus baru. Lupus juga dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena menyerang semua sistem organ dan gejalanya bervariasi. Penyakit lupus dapat diderita siapa saja tanpa kecuali. Namun wanita lebih beresiko 6 hingga 10 kali dibandingkan pria, terutama pada usia 15 hingga 50 tahun. Karenanya, lupus seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, contohnya saja keguguran (jika seorang wanita sedang hamil terkena penyakit lupus), gangguan perkembangan janin, atau dapat menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan.

Lupus eritematosus sistemik pada kehamilan sangat berhubungan dengan tingkat kesakitan dan kematian ibu serta janin. Resiko kematian ibu hamil yang menderita SLE memiliki dampak 20 kali lebih tinggi karena komplikasi yang disebabkan oleh preeklamsi, trombosis, infeksi dan kelainan darah (Varghese, Crocker, Bruce & Tower, 2011). Diperkirakan penderita SLE mencapai 5 juta orang diseluruh dunia. Prevalensi SLE di India sangat kecil ditemukan 3 kasus per 100.000 populasi yang dilaporkan. Kejadian SLE di UK dilaporkan 49,6 kasus per 100.000 populasi.

Penyakit SLE menyerang hampir pada 90% wanita yang terjadi pada rentang usia reproduksi antara usia 15-40 tahun dengan rasio wanita dan laki-laki adalah 5 : 1 (Kusuma, 2007). Penyakit SLE yang kebanyakan terjadi pada wanita di usia reproduksi seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama pada masa kehamilan yang dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. Dilaporkan wanita hamil yang menderita SLE memiliki komplikasi yang buruk terhadap kondisi ibu dan janin. Oleh karena itu penyakit SLE sangat beresiko tinggi pada kehamilan.

Pengaruh Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan dan Janin

Penyakit lupus bukan penyakit keturunan sehingga meskipun ibu menderita lupus anak masih memiliki kemungkinan terhindar dari penyakit lupus. Selama kehamilan untuk menjaga janin tetap sehat diperlukan pemeriksaan yang rutin. Pemeriksaan dilakukan dari dengan dokter penyakit dalam dan dokter kandungan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dan juga dapat menangani kondisi kehamilan. Pemeriksaan yang rutin akan melihat perkembangan janin dan juga memperhatikan obat-obatan yang tidak memiliki pengaruh buruk pada janin.

Pada saat hamil pemeriksaan yang dilakukan dokter akan memeriksa detak jantung bayi dan juga memperhatikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil yang menderita lupus akan mengalami kehamilan yang aman apabila mendapatkan penanganan hingga terhindar dari keguguran,prematur, atau janin lahir mati. Bahkan dapat memperkecil bayi lahir mengalami lupus neonatal ruam yang umumnya akan hilang pada usia bayi 3-6 bulan.

Pengobatan Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Untuk mengobati dan mencegah Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan, Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Lupus Ampuh S-LutenaS.Lutena ini aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui karena terbuat dari bahan alami. S.Lutena mengandung 6 unsur karotenoid yang dapat menunjang kesehatan Anda secara menyeluruh dengan proses penyembuhan serta regenerasi sel sel dalam tubuh. Super Lutein tidak hanya akan berperan sebagai suplemen kesehatan yang dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dan dalam jangka waktu yang lama, namun dapat mencukupi asupan gizi standar yang memungkinkan seseorang tercegah dari berbagai macam penyakit.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Lupus Eritematosus Sistemik Pada Kehamilan

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)