was successfully added to your cart.

Lupus Nefritis

By March 13, 2018 Uncategorized

Lupus Nefritis

 

Lupus Nefritis adalah peradangan pada ginjal yang terjadi akibat pengaruh penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) atau lebih dikenal dengan nama lupus. Lupus adalah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan yang sehat.

Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Lupus nefritis merupakan salah satu komplikasi paling serius dari penyakit lupus. Diperkirakan sekitar 60 persen pengidap lupus mengalami lupus nefritis. Kondisi ini akan mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring zat-zat buangan dalam tubuh. Akibatnya, darah dan protein akan gagal tersaring di ginjal dan dapat muncul dalam urine. Gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal, mereka harus menjalani proses cuci darah atau hemodialisis secara berkala. Prosedur ini dilakukan dengan mesin penyaringan. Seseorang yang mengalami lupus nefritis terkadang perlu melakukan transplantasi ginjal jika kondisinya sangat parah.

Gejala

Penyakit lupus nefritis memiliki gejala yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Gejala Radang Ginjal gangguan pada ginjal lainnya. Beberapa gejala yang kerap kali terjadi antara lain:

  • Darah pada urine atau kencing berdarah
  • Urine berbuih atau berbusa
  • Urine menjadi keruh atau memiliki warna yang lebih gelap dari urine normal
  • Rasa ingin buang air kecil yang meningkat di malam hari
  • Risiko berat badan bertambah
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya pembengkakan di bagian kaki karena penumpukan cairan

Kaslifikasi penyakit lupus nefritis dibedakan ke dalam kelas 1 hingga kelas 6. Klasifikasi tersebut berdasarkan Prhimpunan Nefrologi Internasional dan Perhimpunan Patologi Ginjal di tahun 2003 lalu.

Penyebab

Nefritis lupus terjadi karena daya tahan tubuh yang menyerang sel dan jaringan di ginjal. Ginjal adalah salah satu organ yang terserang pada SLE. Endapan kompleks imun akan mengendap pada gloemrulus dan menyebabkan peradangan pada glomerulus ginjal.

Sedangkan, penyebab dari SLE itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini diduga melibatkan interaksi yang kompleks dan multifaktorial antara variasi genetik dan faktor lingkungan. Terdapat banyak bukti bahwa patogenesis SLE bersifat multifaktoral seperti faktor genetik, faktor lingkungan, dan faktor hormonal terhadap respons imun.

Bagaimana cara untuk mendiagnosis Lupus Nefritis ?

Untuk mendiagnosis lupus nefritis, dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala yang dialami pasien. Dokter juga mungkin melakukan serangkaian tes yang meliputi:

  • Tes darah. Tes ini akan membantu dokter dalam melihat kandungan zar-zat sisa dalam darah, contohnya kreatinin dan urea dalam darah. Dalam kondisi normal, seharusnya zat-zat ini tidak muncul karena telah disaring oleh ginjal.
  • Pemeriksaan urine. Pemeriksaan urine bertujuan untuk mengukur fungsi ginjal. Pemeriksaan ini akan mengidentifikasi kadar protein, sel darah merah, dan sel darah putih.
  • Pemeriksaan urine 24 jam. Metode ini dilakukan untuk mengukur kemampuan ginjal dalam menyaring zat-zat sisa dalam tubuh. Pemeriksaan ini akan menunjukkan seberapa banyak kandungan protein yang muncul di urine dalam 24 jam.
  • Ultrasound. Pemeriksaan ultrasound dilakukan dengan menggunakan gelombang untuk menampilkan kondisi ginjal secara detail. Dari pemeriksaan ini, dokter akan bisa melihat adanya kelainan pada bentuk dan ukuran ginjal.
  • Biopsi ginjal. Biopsi adalah pemeriksaan yang paling akurat untuk mendiagnosis gangguan pada ginjal. Dokter akan memasukkan jarum ke dalam ginjal melalui perut, mengambil sampel jaringan ginjal, lalu
  • Iothalamate clearance. Zat radioaktif bernama iothalamate akan disuntikkan ke dalam darah, lalu dokter akan melihat secepat apa zat tersebut masuk ke dalam urine. Tes ini akan menunjukkan apakah ginjal masih bergungsi dengan baik.

Pencegahan Lupus Nefritis

Menerapkan pola hidup sehat bisa melindungi diri dari gangguan ginjal, termasuk lupus nefritis. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengonsumsi banyak air mineral.
  • Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Menjaga tekanan darah agar tetap normal.
  • Membatasi kadar kolesterol dalam darah.
  • Mengurangi makanan yang mengandung banyak garam.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang bisa memengaruhi ginjal, salah satunya adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).

Obat Lupus

UntukĀ  mencegah lupus nefritis, Anda bisa mengkonsumsi suplemen S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Lupus Nefritis

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)