Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Mengobati Lupus – Lupus adalah suatu kondisi pada sistem imun manusia tidak stabil  yang menyebabkan berbagai macam jaringan dalam tubuh menjadi meradang, nyeri bahkan bengkak. Gejala yang timbul akibat lupus tergantung pada jaringan yang terpengaruh. Lupus dapat terjadi pada setiap orang baik laki-laki maupun perempuan pada usia berapa pun, tetapi lebih sering terjadi pada wanita usia subur.

Sampai saat ini penyebab pasti dari penyakit lupus belum diketahui. Para pakar kesehatan yang meneliti tentang penyakit lupus juga belum mendapatkan hasil mengenai penyebab penyakit lupus. Faktor gen adalah kemungkinan terbesar yang menyebabkan penyakit lupus saat ini. Namun ada juga yang berpendapat bahwa faktor hormon, lingkkungan maupun pola hidup juga berpengaruh terhadap terjadinya penyakit lupus.

 MENGOBATI LUPUS     

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Mengingat penyebab penyakit lupus yang belum diketahui, begitu pula dengan metode untuk mengobati lupus. Belum disebutkan adanya obat lupus yang dapat menyembuhkan keabnormalan autoimun yang ditimbulkan oleh penyakit lupus. Namun banyak penderita lupus yang dapat bertahan hidup meskipun hidup bersamaan dengan penyakit ini dengan program hidup sehat yang dianjurkan khusus untuk penderita lupus.

Adapun komplikasi yang paling berbahaya dari penyakit lupus adalah lupus nephritis yang dapat merusakkan ginjal sehingga terjadi gagal ginjal pada pasien. Akibat dari gagal ginjal tersebut mengharuskan pasien untuk melakukan transplansi ginjal baru. Namun pengobatan medis modern dapat membantu melindungi si penderita dari komplikasi mematikan ini.

Titik berat dalam mengobati lupus adalah mengurangi peradangan. Ada 4 besar obat-obatan yang digunakan untuk mengobati lupus :

  1. Obat-obatan non-steroidal anti inflammatory, seperti ibuprofen (advil & motrin), naproxen, naprosyn (aleve), clinoril, feldene, voltaren.
  2. Obat-obatan corticosteroid, seperti prednison, prednisolone, medrol, deltasone, cortison, dll.
  3. Obat-obatan anti malaria sangat efektif untuk persendian yang sakit, luka kulit dan borok di dalam hidung atau mulut. Obat anti malaria yang sering diberikan adalah plaquonil (hydroxichloroquine).
  4. Immunosuppressants/ chemotherapy, umumnya digunakan pada mereka yang mengalami kambuh yang parah(organ tubuh terkena), atau untuk menurunkan penggunaan dosis steroid. Obat ini untuk menyetop over aktifitas sistem kekebalan dan juga membantu membatasi kerusakan yang terjadi dan mengembalikan fungsi organ. (lupus bukan sejenis cancer)

Mayoritas mengobati lupus dengan menggunakan ketiga obat-obatan pertama. Digunakan sekaligus atau sendiri-sendiri. Karena reaksi tiap orang terhadap suatu obat berbeda-beda, biasanya perlu beberapa waktu untuk mengetes kecocokan atau ketidakcocokan seseorang pada obat-obatan tertentu. Seringkali para ahli mencoba secara satu persatu, melihat hasilnya sebelum mengganti dosis atau ke obat lain.

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

Berikut ini adalah berapa obat yang digunakan untuk mengobati lupus, yaitu :

  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). NSAID sering digunakan untuk mengurangi nyeri sendi dan otot dan peradangan pada orang yang memiliki lupus ringan (sakit bukanlah buruk atau organ yang tidak terpengaruh). Ada berbagai jenis NSAID, baik obat resep dan over-the-counter obat. Mereka termasuk aspirin, ibuprofen, naproxen, dan obat-obatan lainnya. Efek samping yang umum dari NSAID dapat termasuk sakit perut, mulas, mengantuk, sakit kepala, dan retensi cairan. Jika Anda memiliki efek samping, bicara dengan HCP Anda. NSAIDs juga dapat menyebabkan masalah dalam darah Anda, hati, dan ginjal. Tetap berhubungan dengan HCP Anda untuk memastikan masalah ini tidak terjadi pada Anda.
  • Obat obat antimalaria yang digunakan untuk mencegah atau mengobati malaria digunakan untuk mengobati nyeri sendi, ruam kulit, dan bisul. Dua antimalarial umum adalah hydroxychloroquine (Plaquenil) dan chloroquine (Aralen). Efek samping mengobati lupus dengan obat antimalaria dapat termasuk sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, kesulitan tidur, dan gatal-gatal.
  • Hormon kortikosteroid. Mengobati lupus dengan obat ini adalah untuk mengurangi peradangan pada berbagai jaringan tubuh. Mereka dapat diambil melalui mulut, dalam krim diaplikasikan pada kulit, atau dengan suntikan. Prednisone adalah kortikosteroid yang sering digunakan untuk mengobati lupus. Corticosteriods dapat memiliki berbagai efek samping, sehingga HCPs mencoba untuk menggunakan dosis serendah mungkin. Jangka pendek efek samping termasuk pembengkakan, nafsu makan meningkat, berat badan, dan turunnya emosi. Efek samping ini biasanya berhenti ketika obat dihentikan. Efek samping jangka panjang kortikosteroid dapat mencakup stretch mark pada kulit, pertumbuhan rambut yang berlebihan, lemah atau tulang rusak, tekanan darah tinggi, kerusakan pada arteri, gula darah tinggi, infeksi, dan katarak. Orang dengan lupus yang menggunakan kortikosteroid harus berbicara dengan HCPs mereka tentang mengonsumsi suplemen kalsium, vitamin D, atau obat lain untuk mengurangi risiko osteoporosis (melemah, tulang rapuh).
  • Agen imunosupresif / kemoterapi Agen ini digunakan dalam kasus-kasus serius lupus, ketika organ utama kehilangan kemampuan mereka untuk berfungsi. Mengobati lupus dengan obat ini bertujuan untuk menekan sistem kekebalan tubuh untuk membatasi kerusakan pada organ. Contohnya adalah azathioprine (Imuran) dan cyclophosphamide (Cytoxan). Obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk mual, muntah, rambut rontok, masalah kandung kemih, penurunan kesuburan, dan peningkatan risiko kanker dan infeksi.

Terimakasih telah membaca artikel mengobati lupus. Semoga artikel mengobati lupus diatas dapat bermanfaat untuk anda… 🙂

Mengobati Lupus, Bagaimana ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*