was successfully added to your cart.

Penyakit Lupus Pada Remaja

By March 19, 2018 Uncategorized

Penyakit Lupus Pada Remaja

 

Penyakit Lupus Pada Remaja – Lupus merupakan penyakit seribu wajah. Mengapa demikian? Itu disebabkan karena gejala lupus berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga sangatlah sulit untuk menentukan gejala pasti penyakit tersebut. Penyakit ini hampir banyak ditemui kasusnya pada perempuan. Itulah mengapa Anda harus paham dengan satu penyakit mematikan dan sama ganasnya dengan kanker ini.

Nama penyakit ini yaitu Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) dan penderitanya disebut dengan odapus. Ciri umum dari lupus adalah munculnya ruam merah pada wajah, namun berbeda-beda secara gejala klinisnya. Bahkan menyerupai gejala penyakit lain sehingga akan mengalami kesulitan saat mendiagnosa penyakit tersebut.

Penyakit Lupus Pada Remaja

Penyakit Lupus Pada Remaja

Berdasarkan langsiran dari laman fk.unair.ac.id, konsultan Rematik RSUD Dr.Soetomo-FK Unair dr. Yuliasih, Sp.PD-KR menjelaskan, lupus merupakan jenis penyakit otoimun sistemik yang diartikan sebagai perlawanan sistem imunitas dengan menyerang sel tubuh sendiri. Lupus disebabkan oleh faktor genetik. Selain itu pengaruh sinar UV memicu terjadinya kekacauan gen, merangsang sel tubuh melakukan aktifasi dan pembentukan otoantibodi yang diduga merusak sel tubuh hormonal sehingga menyebabkan lupus.

Penyakit lupus termasuk penyakit yang kronis, terjadinya inflamasi pada tubuh yang mengalami kelainan sehingga tidak lagi memproteksi tubuh melainkan menyerang balik. Penyakit ini bisa terjadi sejak dini atau pada saat remaja.

Penyakit lupus pada remaja bisa menyerang bagian manapun, tetapi ada bagian tubuh yang paling sering diserang oleh sistem kekebalan tubuh seperti, kulit, sel darah, sendi, jantung, dan juga pada paru-paru.

Gejala Penyakit  Lupus Pada Remaja

Gejala penyakit lupus pada remaja tergantung pada yang organ yang terkena dan biasanya adalah:

  1. Nampak butterfly rash pada bagian wajah

Butterfly rash adalah gejala Lupus Eritematosus Sistemik yang memiliki bentuk layaknya kupu-kupu. Penderita penyakit lupus biasanya memiliki ciri-ciri gejala pada wajah yaitu bintik-bintik berwarna merah yang hampir sama bentuknya dengan kupu-kupu.

  1. Sendi membengkak

Salah satu gejala penyakit lupus pada remaja adalah mengalami sendi yang kaku, ketika hendak diperiksa sendi tersebut akan nampak berwarna merah selain itu juga terjadi pembengkakan.

  1. Sariawan

Namun sariawan yang dialami oleh penderita biasanya tidak terasa sakit. Sariawan ini biasanya terletak dilangit-langit lidah, dipinggir lidah atau bahkan bisa juga dialami dalam hidung,

  1. Terjadi Peradangan Pada Jantung Dan Paru-Paru

Meskipun peradangan dialami oleh penderita penyakit lupus pada jantung dan juga paru-paru namun biasanya tidak mempengaruhi kinerja pada organ-organ tersebut.

  1. Tidak Normalnya Air Seni

Ketika seseorang menderita sakit lupus biasanya kinerja ginjal tidak terlalu baik yang pada akhirnya ginjal tidak sempurna ketika menyaring protein yang dihasilkan tubuh sehingga beberapa unsur seperti protein dan juga sel darah hilang.

  1. Gangguan Mental

Perasaan cemas dan juga depresi adalah salah satu gejala lupus yang dirasakan pada seseorang yang menderita sakit lupus. Meskipun gangguan mental ini bukan merupakan hal yang begitu parah.

  1. Kurang Darah Atau Animea

Biasanya pada seseorang yang menderita penyakit lupus akan semakin memburuk apalagi pada wanita jika wanita itu sedang mengalami mentruasi maka akan semakin memperburuk keadaan penderita tersebut. Pada seseorang yang menderita lupus hemolytic animea merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut gejala kurng darah tersebut.

  1. Susunan Saraf

Gangguan otak, saraf dan kejiwaan didapati pada 15% penderita lupus. Kelainan dapat berupa kejang, kelemahan otot, depresi, gelisah dan stroke.

  1. Paru-paru

Sesak nafas yang dirasakan pada penderita lupus dapat disebabkan oleh adanya cairan pada selaput paru dan juga akibat infeksi paru (pnemonia)

  1. Mata

Kerusakan mata jarang didapati pada penderita lupus. Kerusakan retina dapat terjadi akibat pengobatan lupus dengan menggunakan obat anti malaria (Chloroquine). Jika menggunakan obat sejenis ini maka diperlukan kontrol yang teratur ke dokter mata.

  1. Kulit DNA Rambut

Keterlibatan kulit terjadi 90% pada penderita lupus. Ini merupakan gejala lupus sistemik. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan pada wajah (malar rash) yang dicetuskan oleh paparan sinar matahari. Selain itu juga didapati lesi diskoid pada kulit. Rambut terutama pada dahi menjadi rontok. Lesi kulit dan rambut dapat dihilangkan dengan pengobatan yang baik.

Penderita lupus yang mengalami gejala Lupus Eritematosus Sistemik pada gangguan ginjal harus menghindari makanan dengan kadar protein yang tinggi, karena akan memperberat gangguan fungsi ginjal penderita lupus. Jika menggunakan steroid, yang dapat menyebabkan paningkatan berat badan, maka perlu pengurangan kalori.

Pada penderita lupus yang sedang menggunakan steroid juga disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium, yang berguna untuk menghindari terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), baik akibat penggunaan steroid, maupun akibat penyakit lupusnya sendiri. Oleh karena penderita lupus tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari, maka disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D.

Untuk  mencegah penyakit lupus pada remaja, Anda bisa mengkonsumsi suplemen S-Lutena. Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S-Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Lupus Ampuh S-LutenaS-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Penyakit Lupus Pada Remaja

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)